Ini Tips Dokter RSA UGM Cegah Penularan COVID-19 Lewat Udara
Selasa, 28 Juli 2020 - 17:18 WIB
loading...
Penyebaran COVID-19 secara umum terjadi melalui percikan droplet. Namun sejumlah penelitian terbaru menunjukkan adanya penyebaran virus melalui transmisi udara. Meskipun untuk penelitian ini masih terus dikaji. (Foto/SINDOphoto/Dok)
A
A
A
YOGYAKARTA - Penyebaran COVID-19 secara umum terjadi melalui percikan droplet. Namun sejumlah penelitian terbaru menunjukkan adanya penyebaran virus melalui transmisi udara. Meskipun untuk penelitian ini masih terus dikaji.
Badan kesehatan dunia PBB (WHO) belum laman ini juga merilis soal potensi COVID-19 bersifat airborne atau dapat menyebar melalui udara, terutama di ruang tertutup dan minim ventilasi.
Mengenai hal tersebut, Dokter Spesialis THT- KL, Rumah Sakit Akademi (RSA) UGM , Anton Sony Wibowo mengatakan untuk penularan COVID-19 lewat udara berarti partikel virus bisa bertahan lebih lama di udara. Sehingga potensi penyebaran virus lebih besar jika berada di ruangan tertutup atau ventilasi yang buruk karena udara hanya berputar di ruang itu saja .
“Sebagai antisipasinya, maka saat beraktivitas sebisa mungkin menghindari di ruangan tertutup. Jika terpaksa berada di ruangan tertutup dalam jangka waktu lama tetap gunakan masker. Termasuk menghindari hindari ruangan yang kedap atau dengan sirkulasi tertutup,” jelas Anton dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/7/2020).(BACA JUGA: Usai TikTok, India Kembali Tendang Puluhan Aplikasi Buatan China)
Selain itu untuk meminimalisir transmisi virus corona lewat udara, masyarakat juga dapat melakukan pengaturan ventilasi pada ruangan, menjaga sirkulasi udara terus mengalir baik dari luar ke dalam dan dalam keluar dan kecukupan sinar matahari serta membatasi jumlah orang dalam satu ruangan secara terbatas.
Badan kesehatan dunia PBB (WHO) belum laman ini juga merilis soal potensi COVID-19 bersifat airborne atau dapat menyebar melalui udara, terutama di ruang tertutup dan minim ventilasi.
Mengenai hal tersebut, Dokter Spesialis THT- KL, Rumah Sakit Akademi (RSA) UGM , Anton Sony Wibowo mengatakan untuk penularan COVID-19 lewat udara berarti partikel virus bisa bertahan lebih lama di udara. Sehingga potensi penyebaran virus lebih besar jika berada di ruangan tertutup atau ventilasi yang buruk karena udara hanya berputar di ruang itu saja .
“Sebagai antisipasinya, maka saat beraktivitas sebisa mungkin menghindari di ruangan tertutup. Jika terpaksa berada di ruangan tertutup dalam jangka waktu lama tetap gunakan masker. Termasuk menghindari hindari ruangan yang kedap atau dengan sirkulasi tertutup,” jelas Anton dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/7/2020).(BACA JUGA: Usai TikTok, India Kembali Tendang Puluhan Aplikasi Buatan China)
Selain itu untuk meminimalisir transmisi virus corona lewat udara, masyarakat juga dapat melakukan pengaturan ventilasi pada ruangan, menjaga sirkulasi udara terus mengalir baik dari luar ke dalam dan dalam keluar dan kecukupan sinar matahari serta membatasi jumlah orang dalam satu ruangan secara terbatas.
Lihat Juga :