Operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung Terganggu Benang Layangan

Sabtu, 22 Juli 2023 - 12:14 WIB
loading...
Operasional Kereta Cepat...
Persiapan operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), kerap terganggu benang layangan di jalur Padalarang-Bandung.Foto/MPI/Agung Bakti Sarasa
A A A
BANDUNG - Keberadaan layangan yang sering dimainkan anak-anak dan orang dewasa, ternyata dapat mengganggu operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Kondisi ini kerap terjadi di jalur Padalarang-Bandung.

Baca juga: Intip Penampakan Stasiun Kereta Cepat Jakarta-Bandung dengan Motif Budaya Indonesia

Benang layangan yang terputus, sering kali menyangkut pada jaringan Listrik Aliran Atas (LAA) atau Overhead Catenary System (OCS) KCJB di jalur Padalarang-Bandung.



Menurut General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, benang layangan masuk kategori benda asing dan dapat menjadi penghantar pada LAA. Benda tersebut ketika tergantung pada saluran listrik, dengan mudah bisa menyebabkan korsleting dan pemutusan sirkuit.

Baca juga: Mencekam! Bentrok Pecah di Lamongan saat Polisi Bubarkan Konvoi Pendekar, Begini Penampakannya

"Benda isolator seperti kain plastik dan layang-layang, ketika terkena angin kencang, sangat mudah terjerat pada LAA dan menyebabkan kerusakan pada pantograf," kata Eva, Sabtu (22/7/2023).

Lebih lanjut Eva mengungkapkan, sejak dilakukan pengujian KCJB sudah terjadi beberapa kali insiden benda asing tergantung pada LAA, terutama di area antara Stasiun Padalarang hingga Stasiun Tegalluar. "Akibatnya, terdapat sejumlah kejadian layang-layang terjebak pada LAA yang mengganggu proses pengujian," ungkapnya.

Dia mengaku kerap melakukan sosialisasi ke masyarakat, agar jalur tetap steril. Salah satunya mengimbau masyarakat agar tidak melakukan sejumlah hal yang berpotensi membahayakan keselamatan dan keamanan bersama. "Masyarakat juga diminta untuk tidak masuk ke jalur KA Cepat, dengan melewati pagar pembatas karena sangat berbahaya," tegasnya.

Baca juga: Kisah Lamajang Tigang Juru, Menjadi Ibu Kota Majapahit Bagian Timur

Menurut Eva, jalur KCJB dialiri arus listrik sebesar 27,5 KV yang akan menjadi sumber penggerak melalui media pantograf yang terdapat di bagian atas kereta. Pantograf itu akan terhubung dengan jaringan LAA. "Semakin tinggi laju KA Cepat, maka semakin besar kebutuhan keterhubungan yang mulus antara pantograf dan LAA," jelasnya.

Adapun saat beroperasi nanti, lanjut Eva, KCJB memiliki kecepatan sangat tinggi yaitu hingga 350 km per jam. Sehingga perlu dihindari benda asing yang berpotensi mengganggu, dan membahayakan operasional KA supaya tidak bersinggungan dengan prasarana KCJB.

"Pada kasus ringan, jika terjadi gangguan dari benda asing pantograf dapat rusak dan KA Cepat berhenti. Pada kasus yang lebih serius, dapat menyebabkan putusnya kabel LAA dan pemadaman listrik, di mana hal tersebut dapat mengganggu keseluruhan operasional perjalanan KA Cepat," tuturnya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Arus Balik Long Weekend...
Arus Balik Long Weekend Padati Whoosh, Separuh Penumpang Bergerak ke Jakarta
Ada Benda Asing Masuk...
Ada Benda Asing Masuk Lintasan, Whoosh Berhenti di Jalur Layang Kopo
Jelang Imlek, Penumpang...
Jelang Imlek, Penumpang Whoosh Tembus 25 Ribu Orang Per Hari
Puncak Arus Balik Libur...
Puncak Arus Balik Libur Tahun Baru, 72 Persen Penumpang Whoosh Kembali ke Jakarta
335 Ribu WNA Naik Kereta...
335 Ribu WNA Naik Kereta Cepat Whoosh pada 2025
Prabowo Ingin Kereta...
Prabowo Ingin Kereta Cepat Whoosh Diperpanjang sampai Banyuwangi
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Sambut Libur Panjang,...
Sambut Libur Panjang, Whoosh Beri Diskon Rombongan hingga 20 Persen
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
Rekomendasi
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Unpad Umumkan Hasil...
Unpad Umumkan Hasil SMUP 2026 Hari Ini, Cek Info Registrasi hingga UKT
37 Organisasi Tolak...
37 Organisasi Tolak Desakan MUI Agar Pelaku dan Pengkampanye LGBT Dipidana
Berita Terkini
Menkes: Korban Penyekapan...
Menkes: Korban Penyekapan dan Penganiayaan Brutal Pacar selama 3 Tahun Bakal Jalani Rekonstruksi Wajah
BMKG Ingatkan Dampak...
BMKG Ingatkan Dampak El Nino, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan 1.151 Km Jalan serta Hadiri Munas-Konbes NU
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Tak Perlu Tunggu Air...
Tak Perlu Tunggu Air Mati, Perumda Bekasi Kini Bisa Deteksi Pipa Bocor Sejak Dini
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved