Dicurhati Remaja dari Aceh hingga Papua, Ganjar Ingin Lebih Banyak Orang Dengar Suara Anak-anak
Jum'at, 21 Juli 2023 - 14:18 WIB
loading...
A
A
A
Khusus di Jawa Tengah sendiri, lanjut Ganjar, anak-anak telah diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasinya. Salah satunya adalah melibatkan perwakilan forum anak dalam musrenbang. Tujuannya adalah agar lebih banyak orang mendengarkan suara dari anak-anak.
"Maka kenapa di Jawa Tengah selalu coba kita dorong agar setiap Musrenbang mereka terlibat, mereka ikut, sebenarnya agar lebih banyak orang mendengarkan. Ternyata suara itu jauh di sudut-sudut Indonesia sama kenyataan yang terjadi dan ini menjadi perhatian kita. Mudah-mudahan semua pengambil keputusan agar mendengarkan suara forum anak," kata Ganjar yang datang bersama istri sekaligus Bunda Forum Anak Jawa Tengah, Siti Atikoh.
Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga mengatakan bahwa apa yang disampaikan oleh anak-anak itu merupakan realitas yang saat ini masih terjadi.
Terkait perkawinan dini itu banyak faktor yang mempengaruhi, termasuk salah satunya adalah budaya. Untuk itu pendampingan yang diberikan harus adil dan peran orangtua menjadi penting di sini.
"Berkaitan dengan kekerasan seksual memang menjadi PR kita. Tidak ada hari tanpa ada isu kekerasan seksual. Dan benar bahwa di Aceh Barat terjadi banyak kekerasan dengan korban anak di bawah umur," katanya.
Ia berharap, selama tiga hari ke depan anak-anak dari berbagai daerah di Indonesia itu bisa memaksimalkan waktu. Khususnya untuk merumuskan suara anak dan peningkatan kapasitas dalam acara forum anak nasional.
"Anak-anak Indonesia adalah pelita penerang bagi bangsa. Kita percaya suara kalian ini berharga dan kaki kecil kalian akan mengantar kita semua menuju Indonesia yang dicita-citakan. Kalian harus menginspirasi dan terus berprestasi untuk menjadi kebanggaan bangsa,"ujarnya.
"Maka kenapa di Jawa Tengah selalu coba kita dorong agar setiap Musrenbang mereka terlibat, mereka ikut, sebenarnya agar lebih banyak orang mendengarkan. Ternyata suara itu jauh di sudut-sudut Indonesia sama kenyataan yang terjadi dan ini menjadi perhatian kita. Mudah-mudahan semua pengambil keputusan agar mendengarkan suara forum anak," kata Ganjar yang datang bersama istri sekaligus Bunda Forum Anak Jawa Tengah, Siti Atikoh.
Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga mengatakan bahwa apa yang disampaikan oleh anak-anak itu merupakan realitas yang saat ini masih terjadi.
Terkait perkawinan dini itu banyak faktor yang mempengaruhi, termasuk salah satunya adalah budaya. Untuk itu pendampingan yang diberikan harus adil dan peran orangtua menjadi penting di sini.
"Berkaitan dengan kekerasan seksual memang menjadi PR kita. Tidak ada hari tanpa ada isu kekerasan seksual. Dan benar bahwa di Aceh Barat terjadi banyak kekerasan dengan korban anak di bawah umur," katanya.
Ia berharap, selama tiga hari ke depan anak-anak dari berbagai daerah di Indonesia itu bisa memaksimalkan waktu. Khususnya untuk merumuskan suara anak dan peningkatan kapasitas dalam acara forum anak nasional.
"Anak-anak Indonesia adalah pelita penerang bagi bangsa. Kita percaya suara kalian ini berharga dan kaki kecil kalian akan mengantar kita semua menuju Indonesia yang dicita-citakan. Kalian harus menginspirasi dan terus berprestasi untuk menjadi kebanggaan bangsa,"ujarnya.
(shf)
Lihat Juga :