Bantaeng Lolos Top 45 Inovasi Layanan Publik Kemenpan-RB
Selasa, 28 Juli 2020 - 13:20 WIB
loading...
A
A
A
Bendera ini mendapatkan partisipasi yang cukup bagus dari masyarakat. Utamanya dari Pemerintah Desa dan PKK. Partisipasi itu diberikan kepada ibu hamil beresiko tinggi. Lalu bayi kurang gizi dan gizi kurang mendapatkan makanan tambahan dari Pemerintah Desa.
Baca Juga: Kawasan Kuliner di Bantaeng Diminta Patuhi Protokol Kesehatan
"Jadi masyarakat bisa tahu kondisi (ibu hamil dan anak) hanya dengan cara melihat bendera itu. Alhamdulillah saat ini semua persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan," kata dia.
Di masa pandemi covid-19 sendiri, para Bidan dilengkapi APD lengkap dalam melakukan penanganan dan pelayanan. "Alhamdulillah saat ini angka kematian bayi dan ibu berada pada angka nol," tutupnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bantaeng, dr Andi Ihsan, berharap inovasi bendera saskia dapat memicu munculnya inovasi-inovasi yang baru.
"Kami berharap, inovasi ini bisa menjadi pemicu lahirnya inovasi - inovasi yang baru demi kebaikan masyarakat Bantaeng. Semoga Bendera Saskia bisa sustainable dan direplikasi oleh puskesmas yang lain di Kabupaten Bantaeng," tandasnya.
Baca Juga: Kawasan Kuliner di Bantaeng Diminta Patuhi Protokol Kesehatan
"Jadi masyarakat bisa tahu kondisi (ibu hamil dan anak) hanya dengan cara melihat bendera itu. Alhamdulillah saat ini semua persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan," kata dia.
Di masa pandemi covid-19 sendiri, para Bidan dilengkapi APD lengkap dalam melakukan penanganan dan pelayanan. "Alhamdulillah saat ini angka kematian bayi dan ibu berada pada angka nol," tutupnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bantaeng, dr Andi Ihsan, berharap inovasi bendera saskia dapat memicu munculnya inovasi-inovasi yang baru.
"Kami berharap, inovasi ini bisa menjadi pemicu lahirnya inovasi - inovasi yang baru demi kebaikan masyarakat Bantaeng. Semoga Bendera Saskia bisa sustainable dan direplikasi oleh puskesmas yang lain di Kabupaten Bantaeng," tandasnya.
(tri)
Lihat Juga :