Bantaeng Lolos Top 45 Inovasi Layanan Publik Kemenpan-RB
Selasa, 28 Juli 2020 - 13:20 WIB
loading...
A
A
A
"Sinergitas ini juga datang dari teman - teman di kecamatan. Dukungan dari camat, PKK, tokoh - tokoh masyarakat, kepala desa, kader posyandu. Karena mereka inovasi ini bisa berlanjut sampai sekarang. Sebagai buktinya sekarang kita meraih penghargaan," kata dia.
Dukungan penuh kata Iwan juga datang dari Pemkab Bantaeng. Wilayah kerja Puskesmas Sinoa yang menjadi tempat penerapan 'Satu Bendera, Satu Sasaran Ibu dan Anak' menaungi empat desa yang terdiri dari 31 dusun.
Sampai saat ini setiap dusun memiliki satu bidan desa yang kata Iwan berstatus non ASN. Penempatan bidan desa ditetapkan sesuai domisili. 90 persen bidan mengabdi di kampungnya sendiri. Selebihnya diambil dari luar.
Iwan Setiawan memaparkan ada enam warna 'Bendera Saskia'. Bendera ini dipasang di depan rumah warga. Bendera hijau sebagai penanda ibu hamil tiga bulan pertama.
Bendera biru menandakan ibu hamil usia empat sampai lima bulan atau trimester kedua. Bendera pink untuk usia kehamilan tujuh sampai sembilan bulan atau trimester ketiga.
Bendera merah penanda sasaran beresiko tinggi. Warna merah kata Iwan dipasang sejak awal kehamilan sebagai tanda bahwa ibu hamil dalam resiko tinggi.
Bendera kuning menandakan anak bayi yang tidak datang ke posyandu untuk diimunisasi. Sedangkan bendera ungu menjadi tanda bagi bayi maupun balita dengan status gizi kurang dan kurang gizi. "Tujuan dari bendera ini untuk memudahkan petugas kesehatan di lapangan," kata dia.
Dukungan penuh kata Iwan juga datang dari Pemkab Bantaeng. Wilayah kerja Puskesmas Sinoa yang menjadi tempat penerapan 'Satu Bendera, Satu Sasaran Ibu dan Anak' menaungi empat desa yang terdiri dari 31 dusun.
Sampai saat ini setiap dusun memiliki satu bidan desa yang kata Iwan berstatus non ASN. Penempatan bidan desa ditetapkan sesuai domisili. 90 persen bidan mengabdi di kampungnya sendiri. Selebihnya diambil dari luar.
Iwan Setiawan memaparkan ada enam warna 'Bendera Saskia'. Bendera ini dipasang di depan rumah warga. Bendera hijau sebagai penanda ibu hamil tiga bulan pertama.
Bendera biru menandakan ibu hamil usia empat sampai lima bulan atau trimester kedua. Bendera pink untuk usia kehamilan tujuh sampai sembilan bulan atau trimester ketiga.
Bendera merah penanda sasaran beresiko tinggi. Warna merah kata Iwan dipasang sejak awal kehamilan sebagai tanda bahwa ibu hamil dalam resiko tinggi.
Bendera kuning menandakan anak bayi yang tidak datang ke posyandu untuk diimunisasi. Sedangkan bendera ungu menjadi tanda bagi bayi maupun balita dengan status gizi kurang dan kurang gizi. "Tujuan dari bendera ini untuk memudahkan petugas kesehatan di lapangan," kata dia.
Lihat Juga :