Debat Qanun di Pesantren Sunan Drajat, Mahasantri Rumuskan Solusi Persoalan Terkini
Jum'at, 14 Juli 2023 - 07:31 WIB
loading...
A
A
A
“Jadi perlu dicari lagi bagaimana mengombinasikan antara filsafat hukum isalam dalam bentuk kaidah Ushul Fiqih dan juga filsafat hukum dalam pengertian umum,” jelasnya.
Salah satu peserta Debat Qanun, Muhammad Nazal Furqony (23), mengungkapkan dirinya lega setelah selesai Debat Qanun pada sesinya.
“Perasaan saya lega tapi masih ada yang kurang sreg karena kami masih merasa banyak poin yang belum kami sampaikan karena keterbatasan waktu,” katanya.
Lebih lanjut dia mengungkapkan bahwa Debat Qanun ini menjadikan dia dan rekannya semangat untuk belajar.
“Kami mengamalkan semangat belajar karena belajar adalah jalan terbaik menuju tuhan,” ujarmahasantri Ma’had Aly dari Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur ini.
Nusron Kamal (23) peserta Debat Qanun kelompok lainnya dari Ma’had Aly Nurul Burhany Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen, Demak, Jawa Tengah mengungkapkan bahwa dia merasa bertambah ilmu.
Hal itu karena debat ini bukan hanya beradu argumen tapi juga kita saling bertukar ilmu antara pro dan kontra tadi yang mana kita juga ada ilmu yang kita tahu.
“Yang terpenting bagi kami itu memang dari awal sudah berniat dari awal saling sharing ilmu. Juara itu bonus, jika tidak menang kita punya nilai plus dapat ilmu,” ujarnya.
Salah satu peserta Debat Qanun, Muhammad Nazal Furqony (23), mengungkapkan dirinya lega setelah selesai Debat Qanun pada sesinya.
“Perasaan saya lega tapi masih ada yang kurang sreg karena kami masih merasa banyak poin yang belum kami sampaikan karena keterbatasan waktu,” katanya.
Lebih lanjut dia mengungkapkan bahwa Debat Qanun ini menjadikan dia dan rekannya semangat untuk belajar.
“Kami mengamalkan semangat belajar karena belajar adalah jalan terbaik menuju tuhan,” ujarmahasantri Ma’had Aly dari Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur ini.
Nusron Kamal (23) peserta Debat Qanun kelompok lainnya dari Ma’had Aly Nurul Burhany Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen, Demak, Jawa Tengah mengungkapkan bahwa dia merasa bertambah ilmu.
Hal itu karena debat ini bukan hanya beradu argumen tapi juga kita saling bertukar ilmu antara pro dan kontra tadi yang mana kita juga ada ilmu yang kita tahu.
“Yang terpenting bagi kami itu memang dari awal sudah berniat dari awal saling sharing ilmu. Juara itu bonus, jika tidak menang kita punya nilai plus dapat ilmu,” ujarnya.
(shf)
Lihat Juga :