Debat Qanun di Pesantren Sunan Drajat, Mahasantri Rumuskan Solusi Persoalan Terkini

Jum'at, 14 Juli 2023 - 07:31 WIB
loading...
Debat Qanun di Pesantren...
Debat Qanun menjadi ajang yang cukup bergengsi di serangkaian acara MQKN 2023 yang digelar di Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, Jawa Timur. Foto/Ist
A A A
LAMONGAN - Debat Qanun menjadi ajang yang cukup bergengsi di serangkaian acara Musabaqah Qira’atil Kutub Nasional (MQKN) 2023 di Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, Jawa Timur. Debat ini menjadi panggung terbuka bagi mahasantri untuk saling lempar argumen baik pro maupun kontra terhadap tema yang kontekstual.

Sehingga bisa menjadi ajang mahasantri rumuskan jawaban atas persoalan masyarakat terkini.

Baca juga: Masanya Pesantren Berbenah!

“Pada Debat Qanun ini mahasantri ditantang untuk bisa merumuskan semacam pemikiran bagaimana mereka merespons perkembangan baru di masyarakat sehingga nanti ketika lulus InsyaAllah bisa memberikan jawaban atas kegelisahan masyarakat di dalam soal soal baru yang dihadapi masyarakat,” ucap salah satu dewan hakim di ajang Debat Qanun, Khamami Zada di depan panggung Debat Qanun, Kamis (13/7/2023).

Menurut Khamami, jalannya Debat Qanun untuk Ma’had Aly ini sangat kompetitif. Masing-masing kelompok itu menampilkan argumennya dengan baik dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu pendekatan hukum dan dengan pendekatan syariat.

Hal tersebut, menjadi pendekatan yang baru dan masing-masing kelompok mencoba membangun argumen sekaligus mematahkan argumen lawannya masing-masing.

Baca juga: Pondok Pesantren Sangat Berpotensi Kembangkan Fintech

Khamami menyebut, tema yang diangkat pada Debat Qanun ini adalah tema yang kontekstual sesuai perkambangan yang ada di Indonesia.

"Jadi soal mata uang digital, soal dana haji, soal ganja untuk kepentingan medis dan beberapa tema lain. Itu adalah tema yang kontekstual,” ucapnya.

Semua aspek, kata dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, dilihat satu persatu mulai dari isi materi substansi yang diperdebatkan dengan aspek logika berpikir. Dan yang paling penting adalah pada aspek isi ilogika berpikir dan unsur bahasa ini yang paling kuat atau paling besar nilainya.

“Ini harus dipertimbangkan oleh para peserta,” katanya

Khamami menilai Debat Qanun ini menjadi hal yang menarik dan baik sekali bagi para mahasantri di Ma’had Aly. Karena pada Debat Qanun ini mahasantri bisa mengombinasikan antar pengetahuan-pengetahuan di bidang hukum perundang-undangan dengan syariat.

“Ini nantinya menjadi hukum islam yang kontekstual. Jadi tidak hanya berbasis pada hal-hal yang normatif dalam pengertian hukum sayariat tapi juga mencoba melihat pada aspek hukum negara,” katanya.

Khamami nyarankan supaya para mahasantri yang terlibat dalam Debat Qanun agar mereka mencoba membangun dua perspektif yang sangat kuat.

“Perspektif yang bukan hanya pada norma hukumnya, tetapi juga pada aspek filsafat hukumnya. Ini yang belum kelihatan,” ungkapnya.

Menurutnya, para mahasantri sudah sangat baik membangn perspektif filsafat hukum islamnya, itu sudah sangat banyak tapi untuk pendekatan filsafat hukumnya belum kelihatan.

“Jadi perlu dicari lagi bagaimana mengombinasikan antara filsafat hukum isalam dalam bentuk kaidah Ushul Fiqih dan juga filsafat hukum dalam pengertian umum,” jelasnya.

Salah satu peserta Debat Qanun, Muhammad Nazal Furqony (23), mengungkapkan dirinya lega setelah selesai Debat Qanun pada sesinya.

“Perasaan saya lega tapi masih ada yang kurang sreg karena kami masih merasa banyak poin yang belum kami sampaikan karena keterbatasan waktu,” katanya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan bahwa Debat Qanun ini menjadikan dia dan rekannya semangat untuk belajar.

“Kami mengamalkan semangat belajar karena belajar adalah jalan terbaik menuju tuhan,” ujarmahasantri Ma’had Aly dari Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur ini.

Nusron Kamal (23) peserta Debat Qanun kelompok lainnya dari Ma’had Aly Nurul Burhany Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen, Demak, Jawa Tengah mengungkapkan bahwa dia merasa bertambah ilmu.

Hal itu karena debat ini bukan hanya beradu argumen tapi juga kita saling bertukar ilmu antara pro dan kontra tadi yang mana kita juga ada ilmu yang kita tahu.

“Yang terpenting bagi kami itu memang dari awal sudah berniat dari awal saling sharing ilmu. Juara itu bonus, jika tidak menang kita punya nilai plus dapat ilmu,” ujarnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Bidik Basis Santri Jawa...
Bidik Basis Santri Jawa Timur, Partai Perindo Resmi Lantik Cak Jaz sebagai Ketua DPW
Gus Miftah Soroti Bullying...
Gus Miftah Soroti Bullying hingga Judi Online, Pesantren Diminta Jadi Ruang Aman Santri
LPSK Telusuri Jumlah...
LPSK Telusuri Jumlah Pasti Santriwati Korban Kekerasan Seksual di Ponpes Pati
Kasus Pencabulan Puluhan...
Kasus Pencabulan Puluhan Santriwati, Izin Ponpes Ndolo Kusumo Pati Dicabut dan Ditutup Permanen
Temui Hotman Paris,...
Temui Hotman Paris, Korban Pencabulan di Ponpes Ndolo Kusumo Pati Ungkap Intimidasi dari Keluarga Pelaku
Budiman Sudjatmiko Tepis...
Budiman Sudjatmiko Tepis Usir Mahasiswa dari Forum Diskusi di Semarang
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
Sari Yuliati Minta Kasus...
Sari Yuliati Minta Kasus Pembakaran Santri di Lombok Diusut Tuntas
Rekomendasi
Aturan Perjalanan Piala...
Aturan Perjalanan Piala Dunia 2026 Dinilai Tak Adil, Iran Ngadu ke FIFA
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Venue Pernikahan Seribu...
Venue Pernikahan Seribu Tamu Hadir Dekat Bandara Soekarno-Hatta
Berita Terkini
Rano Karno Sebut Jakarta...
Rano Karno Sebut Jakarta Masuk 53 Kota Terbaik Dunia Kalahkan Washington DC
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Polda Metro Tangkap...
Polda Metro Tangkap Perampok Minimarket di Bekasi, Pelaku Tercatat sebagai Mahasiswa
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Bangun Sinergitas, Pemkot...
Bangun Sinergitas, Pemkot Bogor Bersama Pelaku Usaha Ikuti Kompetisi Padel
HUT ke-499 DKI, Parade...
HUT ke-499 DKI, Parade Mobil Hias hingga Tarian Khas Jakarta Meriahkan Jakfestival di Ancol
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved