Ridwan Kamil Dorong BUMD Agresif Tangkap Peluang Bisnis di Era AKB
Senin, 27 Juli 2020 - 22:19 WIB
loading...
A
A
A
"Kami pun berencana menggarap jasa konstruktri infrastruktur energi dan ketenagalistrikan. Jadi, kalau selama ini MUJ dibilang hanya nunggu PI saja, bisa terbantahkan dengan proyek-proyek baru kami," katanya.
Tak mau ketinggalan, Direktur Utama PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB), Salahudin Rafi mengatakan, Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka yang dikelolanya memang tedampak pandemi COVID-19. Namun demikian, pihaknya tengah berupaya menyambut angin segar dari perampungan Tol Cisumdawu yang rencananya beroperasi akhir 2021.
"Jika pandemi ini selesai, kita juga harus siap kembali aktif. Kalau kuliah sudah dibuka, mahasiswa dari se-Indonesia akan ke Jabar lagi, yang punya banyak universitas. Apalagi kalau 45 menit dari Bandung ke Kertajati lewat Cisumdawu sudah bisa," katanya.
Pihaknya pun kembali menjajaki penerbangan haji dan umrah bersama sejumlah maskapai dan membuka peluang penerbangan kargo melalui pesawat carteran. Selama ini, kata dia, pelanggan Bandara Kertajati adalah yang akan bepergian untuk bisnis, sekolah, atau kebutuhan keluarga dan wisata.
Sementara itu, Kepala Biro BUMD dan Investasi Provinsi Jabar, I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka mengatakan, agar mampu berperan aktif dalam pemulihan ekonomi Jabar, BUMD harus terus mencari dan menganalisa kemungkinan bisnis yang bisa dikembangkan untuk menunjang pembangunan dan sektor ekonomi.
"Selain menggerakkan ekonomi masyarakat di daerah dan memberikan kebermanfaatan, kami memberikan keleluasaan, silakan berikan relaksasi pemulihan BUMD. Dimohon juga, berapa pun, berikan deviden. Saya siap untuk menagih," tandas dia.
Tak mau ketinggalan, Direktur Utama PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB), Salahudin Rafi mengatakan, Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka yang dikelolanya memang tedampak pandemi COVID-19. Namun demikian, pihaknya tengah berupaya menyambut angin segar dari perampungan Tol Cisumdawu yang rencananya beroperasi akhir 2021.
"Jika pandemi ini selesai, kita juga harus siap kembali aktif. Kalau kuliah sudah dibuka, mahasiswa dari se-Indonesia akan ke Jabar lagi, yang punya banyak universitas. Apalagi kalau 45 menit dari Bandung ke Kertajati lewat Cisumdawu sudah bisa," katanya.
Pihaknya pun kembali menjajaki penerbangan haji dan umrah bersama sejumlah maskapai dan membuka peluang penerbangan kargo melalui pesawat carteran. Selama ini, kata dia, pelanggan Bandara Kertajati adalah yang akan bepergian untuk bisnis, sekolah, atau kebutuhan keluarga dan wisata.
Sementara itu, Kepala Biro BUMD dan Investasi Provinsi Jabar, I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka mengatakan, agar mampu berperan aktif dalam pemulihan ekonomi Jabar, BUMD harus terus mencari dan menganalisa kemungkinan bisnis yang bisa dikembangkan untuk menunjang pembangunan dan sektor ekonomi.
"Selain menggerakkan ekonomi masyarakat di daerah dan memberikan kebermanfaatan, kami memberikan keleluasaan, silakan berikan relaksasi pemulihan BUMD. Dimohon juga, berapa pun, berikan deviden. Saya siap untuk menagih," tandas dia.
(awd)
Lihat Juga :