Kisah Maksum Jauhari, Ulama dan Pendekar Silat Legendaris NU yang Miliki Berbagai Karamah
Selasa, 11 Juli 2023 - 08:33 WIB
loading...
A
A
A
Gus Maksum yang waktu itu sangat muda usianya, mampu mengalahkan belasan orang-orang PKI sendirian. Setiap bacokan dan tebasan senjata tidak pernah bisa mengenai tubuhnya. Bahkan senjata lawan selalu berhenti jarak satu kilan dari tubuhnya.
Kalaupun ada yang sampai mengenai tubuh dia, senjata-senjata itu tak ada satupun yang melukainya. Dalam pertarungan itu Gus Maksum bukan hanya menggunakan olah kanuragan tapi juga dengan olah batinnya.
Kala itu, Gus Maksum juga dikenal dengan penampilan nyentriknya, karena berambut gondrong, jenggot, dan kumis panjang. Dia juga bersarung setinggi lutut, memakai bakiyak, berpakaian seadanya, dan tidak makan nasi. Sikapnya tegas. Karena itulah namanya banyak digandrungi anak-anak muda NU.
Baca juga: Wanita asal Amerika Berbobot 200 Kg Tewas Terpeleset saat Jalan-jalan di Sawah
Penampilan Gus Maksum dengan rambut gondrongnya, bukan sekedar gaya atau hobi semata. Tetapi rambut gondrongnya itu merupakan sebuah ijazah yang didapat dari gurunya yaitu Habib Baharun Mrican Kediri. Sering terjadi keanehan-keanehan terkait dengan rambutnya. Diantaranya rambut Gus Maksum bisa berdiri, bisa mengeluarkan api, serta tidak mempan dipotong.
Bukti dari kisah itu, salah satunya pada dekade 1970-an dia pernah terjaring razia rambut panjang. Namun terjadi keanehan, setiap kali aparat menggunting rambutnya, rambut itu tidak terpotong. Bahkan setiap gunting yang tajam beradu dengan rambut beliau selalu mengeluarkan percikan api.
Menanggapi kejadian tersebut, dalam berbagai kesempatan Gus Maksum hanya berkata semua hanyalah kebetulan saja dan berkat pertolongan Allah SWT. Sebelum mendirikan Pagar Nusa, kelebihan dan karamah Gus Maksum muda teruji ketika diundang menghadiri pertandingan silat di Kediri Timur.
Saat itu dia bertarung melawan pendekar silat, dari berbagai macam aliran silat yang sudah berkumpul di situ. Karena telah memiliki bekal dan kemampuan yang terlatih sejak kecil, Gus Maksum mampu mengalahkan puluhan pesilat sendirian. Bahkan lawan terakhir berhasil dikalahkan dengan sangat mudah, peristiwa ini terjadi saat dia berusia 16 tahun.
Gus Maksum juga terkenal dengan kemampuan olah batinnya ketika mampu mengalahkan, salah satu raja jin yang berdiam di tubuh salah seorang yang kesurupan. Raja jin tersebut bernama Jin Dempul. Orang kesurupan tersebut berhasil disembuhkan Gus Maksum, setelah Jin Dempul yang bersemayam di dalam tubuh orang itu berhasil ditaklukan.
Baca juga: Hilang Terseret Ombak Ganas Pantai Selatan Malang, Begini Cara WNA Spanyol Selamatkan Diri
Kisah lain mengungkapkan, Gus Maksum pernah kedatangan tamu dari Semarang, yang mengeluhkan kelakuan putranya karena suka mabuk-mabukan dan sering pergi ke lokalisasi. Bahkan putranya sering mengancam akan membunuh orang tuanya. Karena sudah tak tahan melihat kelakuan putranya itu, dia pergi ke rumah Gus Maksum di Kediri, dengan harapan mendapat obat untuk mengobati prilaku anaknya.
Tapi yang diharapkan tidak dipenuhi Gus Maksum, dia hanya membuatkan sepucuk surat untuk dibawa pulang agar dibacakan kepada anaknya. Walaupun orang tua itu bingung karena obat yang diharapkannya tidak diberi, dia tetap melakukan apa yang diperintahkan Gus Maksum dengan menyampaikan surat itu kepada anaknya.
Dan begitulah setelah surat itu dibacakan kepada anaknya, dalam waktu singkat kelakuan anaknya yang sebelumnya tidak bisa dikendalikan perlahan berubah. Singkatnya kelakuan anak itu tidak lagi nakal seperti dulu.
Kelebihan lainnya dari Gus Maksum, adalah saat NU masih menjadi partai sering bentrok dengan massa LDII yang dulu bernama Darul Hadits dan termasuk underbow dari Golkar. Suatu ketika massa LDII/Golkar berkonvoi melewati jalan depan Pesantren Lirboyo, saat itu Gus Maksum sedang menerima tamu.
Kalaupun ada yang sampai mengenai tubuh dia, senjata-senjata itu tak ada satupun yang melukainya. Dalam pertarungan itu Gus Maksum bukan hanya menggunakan olah kanuragan tapi juga dengan olah batinnya.
Kala itu, Gus Maksum juga dikenal dengan penampilan nyentriknya, karena berambut gondrong, jenggot, dan kumis panjang. Dia juga bersarung setinggi lutut, memakai bakiyak, berpakaian seadanya, dan tidak makan nasi. Sikapnya tegas. Karena itulah namanya banyak digandrungi anak-anak muda NU.
Baca juga: Wanita asal Amerika Berbobot 200 Kg Tewas Terpeleset saat Jalan-jalan di Sawah
Penampilan Gus Maksum dengan rambut gondrongnya, bukan sekedar gaya atau hobi semata. Tetapi rambut gondrongnya itu merupakan sebuah ijazah yang didapat dari gurunya yaitu Habib Baharun Mrican Kediri. Sering terjadi keanehan-keanehan terkait dengan rambutnya. Diantaranya rambut Gus Maksum bisa berdiri, bisa mengeluarkan api, serta tidak mempan dipotong.
Bukti dari kisah itu, salah satunya pada dekade 1970-an dia pernah terjaring razia rambut panjang. Namun terjadi keanehan, setiap kali aparat menggunting rambutnya, rambut itu tidak terpotong. Bahkan setiap gunting yang tajam beradu dengan rambut beliau selalu mengeluarkan percikan api.
Menanggapi kejadian tersebut, dalam berbagai kesempatan Gus Maksum hanya berkata semua hanyalah kebetulan saja dan berkat pertolongan Allah SWT. Sebelum mendirikan Pagar Nusa, kelebihan dan karamah Gus Maksum muda teruji ketika diundang menghadiri pertandingan silat di Kediri Timur.
Saat itu dia bertarung melawan pendekar silat, dari berbagai macam aliran silat yang sudah berkumpul di situ. Karena telah memiliki bekal dan kemampuan yang terlatih sejak kecil, Gus Maksum mampu mengalahkan puluhan pesilat sendirian. Bahkan lawan terakhir berhasil dikalahkan dengan sangat mudah, peristiwa ini terjadi saat dia berusia 16 tahun.
Gus Maksum juga terkenal dengan kemampuan olah batinnya ketika mampu mengalahkan, salah satu raja jin yang berdiam di tubuh salah seorang yang kesurupan. Raja jin tersebut bernama Jin Dempul. Orang kesurupan tersebut berhasil disembuhkan Gus Maksum, setelah Jin Dempul yang bersemayam di dalam tubuh orang itu berhasil ditaklukan.
Baca juga: Hilang Terseret Ombak Ganas Pantai Selatan Malang, Begini Cara WNA Spanyol Selamatkan Diri
Kisah lain mengungkapkan, Gus Maksum pernah kedatangan tamu dari Semarang, yang mengeluhkan kelakuan putranya karena suka mabuk-mabukan dan sering pergi ke lokalisasi. Bahkan putranya sering mengancam akan membunuh orang tuanya. Karena sudah tak tahan melihat kelakuan putranya itu, dia pergi ke rumah Gus Maksum di Kediri, dengan harapan mendapat obat untuk mengobati prilaku anaknya.
Tapi yang diharapkan tidak dipenuhi Gus Maksum, dia hanya membuatkan sepucuk surat untuk dibawa pulang agar dibacakan kepada anaknya. Walaupun orang tua itu bingung karena obat yang diharapkannya tidak diberi, dia tetap melakukan apa yang diperintahkan Gus Maksum dengan menyampaikan surat itu kepada anaknya.
Dan begitulah setelah surat itu dibacakan kepada anaknya, dalam waktu singkat kelakuan anaknya yang sebelumnya tidak bisa dikendalikan perlahan berubah. Singkatnya kelakuan anak itu tidak lagi nakal seperti dulu.
Kelebihan lainnya dari Gus Maksum, adalah saat NU masih menjadi partai sering bentrok dengan massa LDII yang dulu bernama Darul Hadits dan termasuk underbow dari Golkar. Suatu ketika massa LDII/Golkar berkonvoi melewati jalan depan Pesantren Lirboyo, saat itu Gus Maksum sedang menerima tamu.
Lihat Juga :