alexa snippet

Penjelasan RS soal Meninggalnya Balita yang Diterkam Anjing Liar

Penjelasan RS soal Meninggalnya Balita yang Diterkam Anjing Liar
Humas RSUD Palembang Bari Lidia Rehulina Tarigan. Foto/KORAN SINDO/Adi Haryanto
A+ A-
PALEMBANG - PALEMBANG - Upaya tim dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palembang Bari untuk menyelamatkan nyawa Abdi Galang Pratama (4,5 tahun) yang merupakan korban terkaman dan gigitan anjing liar, tak sesuai dengan harapan. Abdi meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit tersebut.

Humas RSUD Palembang Bari Lidia Rehulina Tarigan mengatakan, tindakan medis sudah dilakukan dokter sejak awal korban mengalami peristiwa tersebut pada Rabu (5/10/2016).

Bahkan, setelah dilakukan operasi luka gigitan anjing di bagian dahi dan mata, kondisi Abdi makin membaik, sehingga pada 12 Oktober 2016 korban diperbolehkan pulang.

"Saat pertama kali masuk, kita langsung berikan suntikan rabies. Sepekan kemudian pasien itu sudah sehat. Dia hanya dianjurkan untuk melakukan rawat jalan," kata Lidia, Kamis (20/10/2016).

Pada 19 Oktober 2016, korban kembali  dibawa ke rumah sakit lantaran demam tinggi dan kejang-kejang. "Dari diagnosa, dugaannya memang rabies. Kami (dokter) sudah berupaya semaksimal mungkin. Namun, nyawa pasien tak tertolong. Korban meninggal dunia malam tadi," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, setelah membaik dan diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palembang Bari, Abdi Galang Pratama (4,5) yang merupakan korban gigitan dan terkaman anjing liar, akhirnya meninggal dunia, Rabu (19/10/2016) malam. Meninggalnya Abdi diduga akibat dampak dari gigitan anjing liar tersebut.



(zik)
loading gif
Top