Seleksi 14 Kursi DPR Papua Pengangkatan, Barisan Merah Putih: Harus Cinta NKRI
Minggu, 09 Juli 2023 - 12:17 WIB
loading...
Pembina Barisan Merah Putih Papua, William Frans Ansanai (dua dari kanan) saat menyambut kedatangan Presiden Jokowi di Jayapura, Jumat ((/7/2023). Foto/iNews TV/Edy Siswanto
A
A
A
JAYAPURA - Proses seleksi 14 kursi anggota DPR Papua sumber Pengangkatan atau Otsus harus ketat. Calon yang terpilih harus orang yang betul-betul memiliki ketokohan dan cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Tokoh Papua William Frans Ansanai menjelaskan, marwah 14 kursi Otsus tersebut sesuai historisnya adalah pada Pemilu 2009 di mana banyak anak Papua gagal dipilih dalam parlemen. Hingga akhirnya Barisan Merah Putih yang diketuai almarhum Ramses Ohee dan Sekjen Yonas Nusy dan pihaknya selaku komisioner menggodok persoalan tersebut.
Baca juga: Kunker ke Papua, Jokowi: Banyak Talenta Muda Inspiratif di Sini
"Nah atas latar belakang itu, Barisan Merah Putih berpikir bagaimana solusinya kemudian terjadi proses di sana dan dasar menetapkannya lewat Perdasus," kata William Frans Ansanai selaku Pembina Barisan Merah Putih Papua di Jayapura, Minggu (9/7/2023).
Dia menyatakan, pihaknya meminta produk Perdasus karena selama ini pemerintah tidak mengeluarkan peraturan pemerintah untuk kursi pengangkatan. Alasannya karena dianggap undang-undang otsus ini super body yang memudahkan suatu ketika orang Papua bisa merdeka karena undang-undang khusus ini.
Tokoh Papua William Frans Ansanai menjelaskan, marwah 14 kursi Otsus tersebut sesuai historisnya adalah pada Pemilu 2009 di mana banyak anak Papua gagal dipilih dalam parlemen. Hingga akhirnya Barisan Merah Putih yang diketuai almarhum Ramses Ohee dan Sekjen Yonas Nusy dan pihaknya selaku komisioner menggodok persoalan tersebut.
Baca juga: Kunker ke Papua, Jokowi: Banyak Talenta Muda Inspiratif di Sini
"Nah atas latar belakang itu, Barisan Merah Putih berpikir bagaimana solusinya kemudian terjadi proses di sana dan dasar menetapkannya lewat Perdasus," kata William Frans Ansanai selaku Pembina Barisan Merah Putih Papua di Jayapura, Minggu (9/7/2023).
Dia menyatakan, pihaknya meminta produk Perdasus karena selama ini pemerintah tidak mengeluarkan peraturan pemerintah untuk kursi pengangkatan. Alasannya karena dianggap undang-undang otsus ini super body yang memudahkan suatu ketika orang Papua bisa merdeka karena undang-undang khusus ini.
Lihat Juga :