Diterjang Banjir, 110 Hektare Sawah di Kolaka Terancam Gagal Panen
Kamis, 06 Juli 2023 - 15:00 WIB
loading...
BPBD Kolaka menyebar TRC-Pb ke sejumlah untuk membantu warga di wilayahnya yang terdampak banjir dan longsor. Foto/Istimewa
A
A
A
KOLAKA - BPBD Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra) telah merampungkan data dampak bencana banjir dan longsor yang menerjang wilayahnya pada Selasa (4/7/2023). Dampak kerusakan dan kerugian dapat dikategorikan dalam darurat bencana.
Kepala BPBD Kolaka Akbar mengatakan, berdasarkan hasil asesmen di lapangan, dari tujuh kecamatan terdampak, Poliggona dan Watubangga menjadi sasaran banjir terluas.
”Fasilitas air bersih di Polinggona rusak berat dan bercampur lumpur. Warga kesulitan air bersih untuk dimasak dan mandi,” kata Akbar, Kamis (6/7/2023).
Baca Juga: 2 Desa di Kolaka Terendam Banjir, 1 Jembatan Ambruk
Di Polinggona, 675 KK terdampak yang tersebar di Kelurahan Polinggona, Desa Puudongi, Wulunggere, Polenga dan Desa Lamondape.
Selain 40 Ha sawah terendam, jalan umum, jembatan penghubung, rumah ibadah, ponpes dan fasilitas pendidikan lainnya juga tergenang. ”Jaringan listrik PLN terganggu,” katanya.
Sementara di Kecamatan Kolaka hanya 17 KK yang terdampak yakni di Kelurahan Sabilambo. Adapun di Kecamatan Wundulako, Baula, Pomalaa dan Tanggetada tercatat sejumlah 102 KK. “70 Ha sawah di Baula dan Tanggetada. Petani pasrah,” ucapnya.
Kepala BPBD Kolaka Akbar mengatakan, berdasarkan hasil asesmen di lapangan, dari tujuh kecamatan terdampak, Poliggona dan Watubangga menjadi sasaran banjir terluas.
”Fasilitas air bersih di Polinggona rusak berat dan bercampur lumpur. Warga kesulitan air bersih untuk dimasak dan mandi,” kata Akbar, Kamis (6/7/2023).
Baca Juga: 2 Desa di Kolaka Terendam Banjir, 1 Jembatan Ambruk
Di Polinggona, 675 KK terdampak yang tersebar di Kelurahan Polinggona, Desa Puudongi, Wulunggere, Polenga dan Desa Lamondape.
Selain 40 Ha sawah terendam, jalan umum, jembatan penghubung, rumah ibadah, ponpes dan fasilitas pendidikan lainnya juga tergenang. ”Jaringan listrik PLN terganggu,” katanya.
Sementara di Kecamatan Kolaka hanya 17 KK yang terdampak yakni di Kelurahan Sabilambo. Adapun di Kecamatan Wundulako, Baula, Pomalaa dan Tanggetada tercatat sejumlah 102 KK. “70 Ha sawah di Baula dan Tanggetada. Petani pasrah,” ucapnya.
Lihat Juga :