Pesan Terakhir Kusni Kasdut sebelum Dieksekusi Mati, Bandit Legendaris dan Pejuang Kemerdekaan
Rabu, 05 Juli 2023 - 08:27 WIB
loading...
A
A
A
Tapi hukuman bagi kejahatan yang pernah dibuatnya memang seperti katanya sendiri, sudah tidak tertanggungkan lagi. Ia dipidana mati bagi kejahatannya membunuh anggota polisi di Semarang.
Ia dihukum penjara seumur hidup untuk nyawa Ali Bajened. Ia divonis 12 tahun penjara untuk lakonnya memimpin perampokan berlian di Museum Nasional. Dan ia diganjar 5 tahun untuk kejahatannya yang pertama yakni menculik seorang dokter.
Baca Juga: Kisah Kerajaan Haru, Pemilik Armada Laut Hebat di Selat Malaka yang Pernah Dikuasai Majapahit dan China
Selama menjadi narapidana Kusni sudah berkali-kali berusaha lari dari penjara dan tempat tahanan polisi. Hanya tiga kali ia gagal. Kusni Kasdut dipanggil dari sel ke-5 blok B-II penjara Kalisosok Surabaya untuk diberitahu tentang penolakan grasinya oleh Presiden.
Keinginannya terakhir hanya ia mau duduk di tengah keluarganya terpenuhi. Sembilan jam sebelum diantar pergi oleh tim eksekutor, di ruang kebaktian Katolik di LP Kalisosok Kusni Kasdut dikelilingi keluarganya.
Kala itu, Sunarti (istri keduanya), Ninik dan Bambang (anak dari istri pertama), Edi (menantu, suami Ninik) dan dua cucunya, anak Ninik. Itulah jamuannya yang terakhir-dengan capcai, mi dan ayam goreng.
Tapi rupanya hanya orang yang menjelang mati itu yang dengan nikmat makan. Sedangkan yang lain tertunduk tanpa mau menyentuh makanan yang dihidangkan.
Dia tercatat kabur dari penjara sebanyak tujuh kali. Pejuang kemerdekaan yang mengakhiri hidupnya dihadapan regu tembak.
Ia dihukum penjara seumur hidup untuk nyawa Ali Bajened. Ia divonis 12 tahun penjara untuk lakonnya memimpin perampokan berlian di Museum Nasional. Dan ia diganjar 5 tahun untuk kejahatannya yang pertama yakni menculik seorang dokter.
Baca Juga: Kisah Kerajaan Haru, Pemilik Armada Laut Hebat di Selat Malaka yang Pernah Dikuasai Majapahit dan China
Selama menjadi narapidana Kusni sudah berkali-kali berusaha lari dari penjara dan tempat tahanan polisi. Hanya tiga kali ia gagal. Kusni Kasdut dipanggil dari sel ke-5 blok B-II penjara Kalisosok Surabaya untuk diberitahu tentang penolakan grasinya oleh Presiden.
Keinginannya terakhir hanya ia mau duduk di tengah keluarganya terpenuhi. Sembilan jam sebelum diantar pergi oleh tim eksekutor, di ruang kebaktian Katolik di LP Kalisosok Kusni Kasdut dikelilingi keluarganya.
Kala itu, Sunarti (istri keduanya), Ninik dan Bambang (anak dari istri pertama), Edi (menantu, suami Ninik) dan dua cucunya, anak Ninik. Itulah jamuannya yang terakhir-dengan capcai, mi dan ayam goreng.
Tapi rupanya hanya orang yang menjelang mati itu yang dengan nikmat makan. Sedangkan yang lain tertunduk tanpa mau menyentuh makanan yang dihidangkan.
Dia tercatat kabur dari penjara sebanyak tujuh kali. Pejuang kemerdekaan yang mengakhiri hidupnya dihadapan regu tembak.
(ams)
Lihat Juga :