Kisah Pakuan Pajajaran, Pusat Kerajaan Sunda yang Hilang Misterius

Minggu, 02 Juli 2023 - 12:32 WIB
loading...
A A A
Selain itu, Ratu Nilakendra membuat jalur penghubung antara taman dengan gerbang larangan menggunakan batu-batu. Dia juga melengkapi pernak-pernik istana dengan jimat-jimat, membangun rumah keramat sebanyak 17 baris yang ditulisi bermacam-macam kisah lingkup kerajaan menggunakan lempeng emas.

Ancaman dari Kesultanan Banten, dan Kesultanan Demak, membuat lingkungan Istana Kerajaan Pajajaran dilanda frustasi dan ketegangan yang mencekam menghadapi serangan musuh. Kondisi ini membuat raja beserta para pembesarnya, memperdalam aliran keagamaan Tantra.

Perselisihan antara Kerajaan Pajajaran, dengan Kesultanan Banten, dipicu oleh masalah perbatasan antar kerajaan. Masalah penentuan batas kerajaan tersebut, akhirnya memicu perang besar antara Kerajaan Pajajaran, dengan Kesultanan Demak.

Baca juga: Gempa Bantul M6,4 Bersifat Merusak, Ini Hasil Analisis Geologi PVMBG

Anehnya, sebagai penganut ajaran Tantra, Ratu Nilakendra membuat bendera keramat untuk melawan pasukan musuh. Bendera ini diandalkannya untuk mengusir musuh. Kekuatan gaib bendera itu, dipercaya dapat membuat pasukan musuh ketakutan saat menyerang Kerajaan Pajajaran.

Kenyataannya, pasukan Kesultanan Banten, tidak pernah merasa takut dengan bendera keramat tersebut. Hingga akhirnya pasukan Ratu Nilakendra berhasil dikalahkan, dan melarikan diri meninggalkan istana Kerajaan Pajajaran.

Pasukan Kesultanan Banten, yang dipimpin putera mahkota, Maulana Yusuf dapat menyerang hingga ke pusat kota Kerajaan Pajajaran. Saat Ratu Nilakendra melarikan diri, nasib Kerajaan Pajajaran sepenuhnya diserahkan kepada penduduk Pajajaran, serta prajurit yang tinggal di keraton.

Meski telah ditinggalkan oleh rajanya yang melarikan diri ke pedalaman Sunda. Pakuan Pajajaran masih sulit ditakhlukkan oleh pasukan Kesultanan Banten. Bahkan, butuh waktu hingga 12 tahun lamanya bagi Kesultanan Banten, untuk menakhlukkan Kerajaan Pajajaran.

Menurut Carita Parahiyangan, Ratu Nilakendra tercatat sebagai raja yang ngawur dalam memimpin Kerajaan Pajajaran. Selama perang besar melawan Kesultanan Banten, Ratu Nilakendra, justru hanya mengandalkan jimat-jimat yang dibuatnya. Sementara teknik perang dan strategi pertempuran tidak pernah diasah.

Kengawuran itu, akhirnya terbayar tuntas dengan kekalahan. Pasukan Kesultanan Banten mampu merebut istana kerajaan yang dahulu dibangga-banggakan, dan dipercaya sebagai tolak balak atas musuh-musuh Kerajaan Banten. Kenyataannya, istana kerajaan itu tidak berfungsi apa-apa saat serangan musuh datang. Ratu Nilakendra akhirnya wafat dalam pelariannya, pada tahun 1567 Masehi.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Rektor UBK Dapat Gelar...
Rektor UBK Dapat Gelar Kehormatan Kanjeng Raden Mas Suryo dari Keraton Demak
Karier Militer Jenderal...
Karier Militer Jenderal Dudung, Mantan KSAD dan Keturunan Sunan Gunung Jati
Dewan Penasihat TPN...
Dewan Penasihat TPN Yenny Wahid Awali Kampanye dengan Ziarah Makam Sunan Gunung Jati
Rekomendasi
Hidayat Batubara Daftar...
Hidayat Batubara Daftar Balon Ketua POBSI Sumut
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Berita Terkini
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved