Semburkan Lava Pijar, Gunung Karangetang Alami 162 Gempa Guguran
Rabu, 28 Juni 2023 - 10:18 WIB
loading...
A
A
A
Gunung Karangetang juga tercatat mengalami empat gali gempa tremor menerus, dengan amplitudo 0,25-3 mm, dominan 2 mm. Gempa tremor ini menandai adanya aktivitas pergerakan magma dari perut bumi, ke permukaan.
Dalam laporan tertulis tersebut, juga disebutkan sepanjang 24 jam juga terjadi satu kali gempa tektonik lokal dengan amplitudo 45 mm, S-P 5 detik dan lama gempa 25 detik, dan satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 45 mm, S-P 13 detik dan lama gempa 38 detik.
Baca juga: Siswa SMA Jadi Korban Salah Tangkap, Suku Da'a Lakukan Protes ke Polres Pasangkayu
Hingga kini status Gunung Karangetang masih berada di level III atau siaga. Masyarakat dan pengunjung dilarang keras melakukan pendakian, dan beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 2,5 km dari puncak kawah dua di sisi utara, dan kawah utama di sisi selatan, serta area perluasan sektoral ke arah barat daya dan tenggara sejauh 3,5 km.
Masyarakat juga diimbau mewaspadai guguran lava, dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama ke sektor selatan, tenggara, barat dan barat daya. Saat terjadi hujan lebat, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar dingin dari sungai-sungai yang berhulu di Gunung Karangetang.
Dalam laporan tertulis tersebut, juga disebutkan sepanjang 24 jam juga terjadi satu kali gempa tektonik lokal dengan amplitudo 45 mm, S-P 5 detik dan lama gempa 25 detik, dan satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 45 mm, S-P 13 detik dan lama gempa 38 detik.
Baca juga: Siswa SMA Jadi Korban Salah Tangkap, Suku Da'a Lakukan Protes ke Polres Pasangkayu
Hingga kini status Gunung Karangetang masih berada di level III atau siaga. Masyarakat dan pengunjung dilarang keras melakukan pendakian, dan beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 2,5 km dari puncak kawah dua di sisi utara, dan kawah utama di sisi selatan, serta area perluasan sektoral ke arah barat daya dan tenggara sejauh 3,5 km.
Masyarakat juga diimbau mewaspadai guguran lava, dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama ke sektor selatan, tenggara, barat dan barat daya. Saat terjadi hujan lebat, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar dingin dari sungai-sungai yang berhulu di Gunung Karangetang.
(eyt)
Lihat Juga :