Perundungan di Dunia Maya Marak, Lakukan Langkah Ini untuk Mencegahnya
Kamis, 22 Juni 2023 - 20:41 WIB
loading...
A
A
A
Fakta memprihatinkan itu, lanjut dia, juga terkonfirmasi oleh laporan hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2021-2022, yang menyebut tingkat penetrasi internet pada anak usia 13-18 tahun (99,16 persen). "Dan sebanyak 90,61 persen anak usia 13-18 tahun tersebut mengakses internet melalui gawai,” ujar Latif dalam diskusi bertajuk ”Mencegah Perundungan di Dunia Maya” itu.
Dalam diskusi luring yang digelar "chip in" dalam acara Mitigasi Bencana Berbasis Komunitas itu, Abdul Latif menyebut cyberbullying paling banyak terjadi melalui media sosial. Platform media sosial yang jamak digunakan, yaitu aplikasi percakapan WhatsApp, Instagram, dan Facebook.
”Adapun perilaku cyberbullying yang paling sering dilakukan adalah kekerasan siber (harassment), pencemaran nama baik (denigration), serta pengucilan (exclusion),” jelas Abdul. Baca juga: Keterlaluan! 5 Pelajar di Cianjur Dipaksa Cium Kaki Senior, Ditendang hingga Ditabrak Motor
Menurutnya, cyberbullying dapat mempengaruhi mental, emosional, hingga fisik para korban. Untuk itu ia berpesan kepada remaja pengguna digital selalu waspada dan berhati-hati berada di dunia maya. ”Salah satu langkah mencegah cyberbullying, verifikasi informasi dan teman yang belum dikenal,” pungkasnya.
Sementara itu, menurut Tltutor PJJ Ilmu Komunikasi Universitas Pelita Harapan (UPH) Herman Purba, doxing atau membagikan data personal seseorang ke dunia maya merupakan salah satu bentuk perundungan yang kerap terjadi di media digital.
Dalam diskusi luring yang digelar "chip in" dalam acara Mitigasi Bencana Berbasis Komunitas itu, Abdul Latif menyebut cyberbullying paling banyak terjadi melalui media sosial. Platform media sosial yang jamak digunakan, yaitu aplikasi percakapan WhatsApp, Instagram, dan Facebook.
”Adapun perilaku cyberbullying yang paling sering dilakukan adalah kekerasan siber (harassment), pencemaran nama baik (denigration), serta pengucilan (exclusion),” jelas Abdul. Baca juga: Keterlaluan! 5 Pelajar di Cianjur Dipaksa Cium Kaki Senior, Ditendang hingga Ditabrak Motor
Menurutnya, cyberbullying dapat mempengaruhi mental, emosional, hingga fisik para korban. Untuk itu ia berpesan kepada remaja pengguna digital selalu waspada dan berhati-hati berada di dunia maya. ”Salah satu langkah mencegah cyberbullying, verifikasi informasi dan teman yang belum dikenal,” pungkasnya.
Sementara itu, menurut Tltutor PJJ Ilmu Komunikasi Universitas Pelita Harapan (UPH) Herman Purba, doxing atau membagikan data personal seseorang ke dunia maya merupakan salah satu bentuk perundungan yang kerap terjadi di media digital.
Lihat Juga :