Mengharukan, Kakak Beradik Penjual Kue Keliling di Manado Bisa Naik Haji Bersama
Rabu, 21 Juni 2023 - 17:53 WIB
loading...
A
A
A
Nasib kakaknya juga tak jauh berbeda, sejak sang suami meninggal pada 1993, Suhriah Mato (73) harus sendirian membesarkan empat anaknya sambil berjualan kue. Bedanya, dia tidak berjualan kue keliling, melainkan menitipkan kue buatannya di warung-warung yang ada di Kampung Arab, Kelurahan Istiqlal.
Baca juga: Kisah Klappertaart Khas Manado, Kue Peninggalan Masa Kolonial Belanda
Hasil dari jualan kue digunakan untuk menyekolahkan anak-anaknya, dan sisanya dia tabung. Setelah semua anak-anaknya selesai sekolah, uang tabungannya kemudian dia gunakan untuk mendaftar haji pada 2013 lalu. "Keuntungan per hari sekitar Rp50 ribu, tiap minggu saya kumpulkan kemudian setor ke bank," ujarnya.
Dia mengaku senang niatnya untuk menunaikan haji bisa kesampaian. Meski dengan kondisinya yang menggunakan tongkat, dia yakin bisa menjalankan ibadah haji. "Yakin, saya yakin pasti bisa," pungkasnya.
Baca juga: Kisah Klappertaart Khas Manado, Kue Peninggalan Masa Kolonial Belanda
Hasil dari jualan kue digunakan untuk menyekolahkan anak-anaknya, dan sisanya dia tabung. Setelah semua anak-anaknya selesai sekolah, uang tabungannya kemudian dia gunakan untuk mendaftar haji pada 2013 lalu. "Keuntungan per hari sekitar Rp50 ribu, tiap minggu saya kumpulkan kemudian setor ke bank," ujarnya.
Dia mengaku senang niatnya untuk menunaikan haji bisa kesampaian. Meski dengan kondisinya yang menggunakan tongkat, dia yakin bisa menjalankan ibadah haji. "Yakin, saya yakin pasti bisa," pungkasnya.
(eyt)
Lihat Juga :