Mengharukan, Kakak Beradik Penjual Kue Keliling di Manado Bisa Naik Haji Bersama
Rabu, 21 Juni 2023 - 17:53 WIB
loading...
A
A
A
Hasil penjualan dari kue buatannya tersebut, dipakai untuk biaya kehidupan sehari-hari dan biaya sekolah anak-anaknya. Sisanya dia sisihkan untuk ditabung di bank, untuk berjaga-jaga ketika membutuhkan biaya mendesak.
"Saya menabung di bank. Lalu saya tanya ke petugas bank, apakah saya yang hanya penjual kue keliling ini bisa naik haji. Kata petugasnya bisa, yang penting usahakan isi nomor porsi haji sebesar Rp25 juta," tutur Nur Mato sambil berurai air mata.
Mendengar penyampaian dari petugas bank tersebut, Nur Mato kian gigih berjualan kue keliling di Kelurahan Perkamil, Kecamatan Paal Dua. Setiap hari dia sisihkan uang Rp100 ribu hasil jualan kue untuk ditabung.
Baca juga: Kisah Perdamaian Mataram dengan Belanda di Era Sultan Amangkurat I
Hingga akhirnya pada 2013, dia bisa mengisi nomor porsi haji, dan bisa naik haji lima tahun depan. Sayangnya selama lima tahun menunggu, mimpinya untuk naik haji tertunda karena jemaah bertambah banyak. Pada 2020 mimpinya kembali tertunda, karena adanya pandemi Covid-19.
"Alhamdulillah akhirnya tahun ini bisa terpanggil. Syukur Alhamdulillah, bersyukur banyak kepada Allah, saya ingin bertemu Allah memohon ampun dosa-dosa saya, banyak sekali dosa saya, itulah saya ingin bertemu dengan Allah memohon ampun atas dosa saya," tuturnya.
"Saya menabung di bank. Lalu saya tanya ke petugas bank, apakah saya yang hanya penjual kue keliling ini bisa naik haji. Kata petugasnya bisa, yang penting usahakan isi nomor porsi haji sebesar Rp25 juta," tutur Nur Mato sambil berurai air mata.
Mendengar penyampaian dari petugas bank tersebut, Nur Mato kian gigih berjualan kue keliling di Kelurahan Perkamil, Kecamatan Paal Dua. Setiap hari dia sisihkan uang Rp100 ribu hasil jualan kue untuk ditabung.
Baca juga: Kisah Perdamaian Mataram dengan Belanda di Era Sultan Amangkurat I
Hingga akhirnya pada 2013, dia bisa mengisi nomor porsi haji, dan bisa naik haji lima tahun depan. Sayangnya selama lima tahun menunggu, mimpinya untuk naik haji tertunda karena jemaah bertambah banyak. Pada 2020 mimpinya kembali tertunda, karena adanya pandemi Covid-19.
"Alhamdulillah akhirnya tahun ini bisa terpanggil. Syukur Alhamdulillah, bersyukur banyak kepada Allah, saya ingin bertemu Allah memohon ampun dosa-dosa saya, banyak sekali dosa saya, itulah saya ingin bertemu dengan Allah memohon ampun atas dosa saya," tuturnya.
Lihat Juga :