Kisah Penjual Kopi Difabel Wujudkan Impian Naik Haji ke Tanah Suci
Senin, 19 Juni 2023 - 09:23 WIB
loading...
Penjual kopi sekaligus penyandang disabilitas, Muhammad Tabri Sulaiman akhirnya bisa mewujudkan impiannya naik haji ke Tanah Suci
A
A
A
SURABAYA - Penjual kopi sekaligus penyandang disabilitas , Muhammad Tabri Sulaiman akhirnya bisa mewujudkan impiannya. Setelah menunggu 13 tahun, pria berusia 50 tahun asal Jember itu bisa berangkat menunaikan ibadah haji.
Tabri merupakan jemaah calon haji (calhaj) kloter 68 dan berangkat dari Asrama Haji Embarkasi Surabaya. Cacat fisik sedari lahir tak membuat Tabri berputus asa. Kaki dan tangannya memiliki ukuran kecil sehingga ia tidak bisa berjalan layaknya orang normal. Namun ia tetap bekerja keras untuk memenuhi kebutuhannya dan melaksanakan tanggung jawab sebagai kepala keluarga.
Sehari-hari Tabri berjualan kopi di pasar Kalisat yang tak begitu jauh dari rumahnya atau sekitar 500 meter. Berjualan kopi sudah ia tekuni selama sekitar 20 tahun terakhir setelah sebelumnya ia berjualan sayur di pasar. Dia membuka lapak kopinya mulai pukul 01.30 WIB hingga pukul 07.30 WIB.
Baca juga: Baru Dilantik, Kades di Bangkalan Kaget Ada Transaksi Dana Desa Ratusan Juta Rupiah
"Alhamdulillah sekarang saya sudah ada lapak kecil-kecilan untuk jualan di pasar. Awal-awal jualan saya belum ada lapak jadi kalau jualan harus rebutan dengan sesama pedagang yang tidak punya lapak di pasar,” katanya saat ditemui di Asrama Haji Surabaya, Minggu (18/6/2023).
Tabri merupakan jemaah calon haji (calhaj) kloter 68 dan berangkat dari Asrama Haji Embarkasi Surabaya. Cacat fisik sedari lahir tak membuat Tabri berputus asa. Kaki dan tangannya memiliki ukuran kecil sehingga ia tidak bisa berjalan layaknya orang normal. Namun ia tetap bekerja keras untuk memenuhi kebutuhannya dan melaksanakan tanggung jawab sebagai kepala keluarga.
Sehari-hari Tabri berjualan kopi di pasar Kalisat yang tak begitu jauh dari rumahnya atau sekitar 500 meter. Berjualan kopi sudah ia tekuni selama sekitar 20 tahun terakhir setelah sebelumnya ia berjualan sayur di pasar. Dia membuka lapak kopinya mulai pukul 01.30 WIB hingga pukul 07.30 WIB.
Baca juga: Baru Dilantik, Kades di Bangkalan Kaget Ada Transaksi Dana Desa Ratusan Juta Rupiah
"Alhamdulillah sekarang saya sudah ada lapak kecil-kecilan untuk jualan di pasar. Awal-awal jualan saya belum ada lapak jadi kalau jualan harus rebutan dengan sesama pedagang yang tidak punya lapak di pasar,” katanya saat ditemui di Asrama Haji Surabaya, Minggu (18/6/2023).
Lihat Juga :