Misteri Kerajaan Wengker di Ponorogo yang Jadi Musuh Abadi Airlangga

Jum'at, 16 Juni 2023 - 05:57 WIB
loading...
Misteri Kerajaan Wengker...
Situs Kumitir di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto yang diduga peninggalan Kerajaan Wengker era kepemimpinan Bhre Wengker. Foto: Dok/SINDOnews
A A A
Kerajaan Wengker yang berada di wilayah Ponorogo mungkin tak begitu dikenal. Kerajaan ini masih terdengar asing di telinga masyarakat awam, dibandingkan Kerajaan Majapahit , Kahuripan, maupun Singasari.

Namun siapa sangka Kerajaan Wengker ini memiliki cerita permusuhan panjang dengan Airlangga ketika berkuasa di Kerajaan Kahuripan.

Lokasinya berada di Ponorogo saat ini, dan muncul dalam Serat Centhini bait ke-213. Pada Serat Centhini tersebut dijelaskan bagaimana pada masa Adipati Panji, puranya milik Adipati Panji berada di Pronorogo atau disebut Ponorogo.

Disebutkan pula sebagai Pura Wengker. Dikisahkan bahwa ketika para putri dikirim dan sampai di sana, mereka dikembalikan ke rumah mereka masing-masing. Untuk waktu yang lama, Pura Wengker konon dihuni oleh pemimpin tertinggi Ponorogo.

Baca juga: Misteri Pipa Bawah Tanah di Ponorogo Peninggalan Raja Airlangga

Para Adipati Pawengker di dalam Pura Wengker memerintah bergantian secara teratur dan tanpa campur tangan konflik suksesi. Mereka selalu memakai gelar adipati. Hingga suatu kali Wengker dipimpin orang yang jahat. Orang ini dihancurkan oleh Gusti Batoro Katong.



Dari sini, Dr Van Stein Callenfels penerjemah Serat Centhini sebagaimana dikisahkan pada "Antara Lawu dan Wilis : Arkeologi, Sejarah, dan Legenda Madiun Raya Berdasarkan Catatan Lucien Adam Residen Madiun 1934 - 1938)" menyimpulkan bahwa pura raja-raja Wengker berada di Desa Perdikan Setono yang ada di dekat Ponorogo, tempat Batoro Katong penguasa Islam pertama di Ponorogo tinggal bersama keturunannya.

Data historis juga sebenarnya tidak membantah fakta tersebut, meskipun banyak prasasti yang berasal dari akhir abad ke-10 dan awal abad ke-11 tidak menyebutkan tentang Wengker. Tetapi terdapat cerita yang menyatakan, bahwa Raja Wijaya dari Wengker sempat mundur ke keratonnya, yang bernama Keraton Tapa.

Menurut sejarawan Krom, pernyataan ini tampaknya tidak benar. Dia menduga bahwa Tapa bukanlah nama tempat tinggal, melainkan tindakan yang dilakukan oleh raja di dalam keratonnya-bertapa.

Baca juga: Misteri Ramalan Sabda Palon dan Berbagai Malapetaka di Tanah Jawa

Airlangga kemudian dapat mengusir sang raja yang dimaksudkan adalah Wijaya dari keratonnya dan membuatnya melarikan diri ke Kapang dan Saroso.

Raja Wijaya dari Kerajaan Wengker pun meninggalkan keluarga dan harta bendanya.

Kedua tempat pelarian itu berhasil dikuasai Airlangga pada 1035 dan berakhir dengan kemenangan. Dengan demikian, perang Airlangga kemudian berakhir.

Sementara letak Kapang dan Saroso yang dimaksud di sini ternyata tidak lagi diketahui. Ketika Majapahit berkuasa, Wengker kembali muncul.

Namun, kini nama Wengker merupakan gelar yang diberikan kepada anggota kerajaan. Salah satu pangeran yang menggunakan gelar Wengker tinggal di Jogorogo, yang nantinya menjadi sebuah kabupaten di utara Madiun.
(nic)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kisah Pilu Mpu Prapanca,...
Kisah Pilu Mpu Prapanca, Difitnah Kaum Bangsawan dan Diusir dari Istana Majapahit
Kisah Moksa Mahapatih...
Kisah Moksa Mahapatih Gajah Mada di Air Terjun Madakaripura
Harmonisasi Majapahit...
Harmonisasi Majapahit dan Campa Mulai dari Pernikahan Politik hingga Pemberian Suaka ke Raja
Kisah Raja Tribhuwana...
Kisah Raja Tribhuwana Tunggadewi Mempercayakan Perempuan Memimpin di Majapahit
Tiga Saran Gayatri Wujudkan...
Tiga Saran Gayatri Wujudkan Sumpah Palapa Gajah Mada
Sosok Mpu Nambi, Mahapatih...
Sosok Mpu Nambi, Mahapatih Pertama Kerajaan Majapahit yang Jago Siasat Perang
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Bekas Kutukan Berusia...
Bekas Kutukan Berusia 200 Juta Tahun Terlihat di Gurun Amerika
Bangun Food Estate,...
Bangun Food Estate, Airlangga Sebut Tanah Merauke Lebih Baik dari Australia
Rekomendasi
Kuasa Hukum Prioritaskan...
Kuasa Hukum Prioritaskan Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan saat Penyerahan ke Kejaksaan
Ungkap Kondisi Terkini...
Ungkap Kondisi Terkini Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Masih Terpasang Infus
Tembus Pasar Global,...
Tembus Pasar Global, Brand Lokal Queensi Sukses Cetak Rekor 1 Juta Penjualan
Berita Terkini
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Polda Metro Tangkap...
Polda Metro Tangkap Perampok Minimarket di Bekasi, Pelaku Tercatat sebagai Mahasiswa
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Bangun Sinergitas, Pemkot...
Bangun Sinergitas, Pemkot Bogor Bersama Pelaku Usaha Ikuti Kompetisi Padel
HUT ke-499 DKI, Parade...
HUT ke-499 DKI, Parade Mobil Hias hingga Tarian Khas Jakarta Meriahkan Jakfestival di Ancol
13 Kiai Berkumpul di...
13 Kiai Berkumpul di Ponpes Al Falah Ploso, Serukan Muktamar NU Digelar di Pesantren
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved