Ganjar Sejalan dengan Visi Jokowi, Sukses Terapkan Ekonomi Sirkular di Jateng
Kamis, 15 Juni 2023 - 18:19 WIB
loading...
A
A
A
Dari sumber itu, Ganjar mengembangkan Energi Baru Terbarukan (EBT), dalam bentuk gheotermal, PLTS, hingga saluran gas pengganti elpiji 3 Kg. Berdasarkan data, jumlah Desa Mandiri Energi (DME) di Jateng saat ini telah berjumlah 2.353 DME.
Baca juga: Makna Jumat Pahing saat Ganjar Pranowo Diumumkan Jadi Capres PDIP
Semua DME itu, terdiri dari 2.167 DME inisiatif, 160 DME berkembang, dan 26 DME mapan. Selain itu, Ganjar sukses mencatat keberhasilan mengatasi sampah.
Jateng merupakan provinsi dengan pengurangan sampah terbesar di Indonesia, dengan volume pengurangan mencapai 1.232.731 ton, dan tingkat keterlolaan sampah mencapai 63,19 persen. Pengurangan sampah di Jateng lebih tinggi ketimbang DKI Jakarta yang hanya 812.165 ton, dan Jatim sebanyak 391.740 ton.
Implementasi ekonomi sirkular itu tak lepas dari perencanaan green economy yang dirancang Ganjar. Green economy juga diwujudkan dengan pembangunan rendah karbon (mitigasi perubahan iklim), dan pembangunan berketahanan iklim.
Bahkan, Pemprov Jateng sukses menerima penghargaan perencanaan pembangunan daerah terbaik dari Bappenas sebanyak tiga kali, tahun 2019, 2020, dan 2023. Jateng juga diakui sebagai Provinsi Yang Memulai Inisiasi Awal Untuk Sirkular Ekonomi.
Kepala Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, Eko Purwanto menjelaskan bahwa tempatnya menjadi salah satu desa mendapat bantuan instalasi gas rawa atau Biogenic Shallow Gas (BSG). Berkat itu, warganya kini dapat memanfaatkan gas tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.
Baca juga: Makna Jumat Pahing saat Ganjar Pranowo Diumumkan Jadi Capres PDIP
Semua DME itu, terdiri dari 2.167 DME inisiatif, 160 DME berkembang, dan 26 DME mapan. Selain itu, Ganjar sukses mencatat keberhasilan mengatasi sampah.
Jateng merupakan provinsi dengan pengurangan sampah terbesar di Indonesia, dengan volume pengurangan mencapai 1.232.731 ton, dan tingkat keterlolaan sampah mencapai 63,19 persen. Pengurangan sampah di Jateng lebih tinggi ketimbang DKI Jakarta yang hanya 812.165 ton, dan Jatim sebanyak 391.740 ton.
Implementasi ekonomi sirkular itu tak lepas dari perencanaan green economy yang dirancang Ganjar. Green economy juga diwujudkan dengan pembangunan rendah karbon (mitigasi perubahan iklim), dan pembangunan berketahanan iklim.
Bahkan, Pemprov Jateng sukses menerima penghargaan perencanaan pembangunan daerah terbaik dari Bappenas sebanyak tiga kali, tahun 2019, 2020, dan 2023. Jateng juga diakui sebagai Provinsi Yang Memulai Inisiasi Awal Untuk Sirkular Ekonomi.
Kepala Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, Eko Purwanto menjelaskan bahwa tempatnya menjadi salah satu desa mendapat bantuan instalasi gas rawa atau Biogenic Shallow Gas (BSG). Berkat itu, warganya kini dapat memanfaatkan gas tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.
Lihat Juga :