Misteri Pipa Bawah Tanah di Ponorogo Peninggalan Raja Airlangga

Kamis, 15 Juni 2023 - 07:28 WIB
loading...
Misteri Pipa Bawah Tanah...
Peradaban di masa Kerajaan Kahuripan, di bawah kekuasaan Raja Airlangga, sudah sangat maju, ditandai dengan penemuan sejumlah saluran air bawah tanah, candi, dan prasasti. Foto/Ilustrasi
A A A
Jauh sebelum Kediri, Singasari, dan Majapahit lahir menjadi kerajaan besar di Nusantara. Wilayah Jawa Timur, lebih dahulu dikuasai oleh Kerajaan Kahuripan, yang dipimpin oleh Raja Airlangga.

Baca juga: Kesaktian Mpu Bharada, Penasihat Raja Airlangga yang Mampu Terbang Membelah Kerajaan Kahuripan Pakai Air Kendi

Saat Raja Airlangga bertahta, peradaban masyarakat di wilayah kekuasaan Kerajaan Kahuripan sudah sangat maju. Hal ini ditandai dengan penemuan sejumlah peninggalan dari masa Kerajaan Kahuripan, yang tersebar di sejumlah wilayah di Jawa Timur.



Dari hasil penelitian Belanda di tahun 1925, ditemukan saluran pipa tradisional di bawah tanah, dan beberapa benda berupa prasasti yang disinyalir kuat peninggalan masa kejayaan Raja Airlangga.

Baca juga: Paksa Pelajar Bersetubuh Bertiga, Pasutri di Jepara Ditangkap Polisi

Saat meletakkan jabatannya sebagai penguasa Kerajaan Kahuripan, Raja Airlangga membagi wilayah kekuasaannya menjadi dua bagian untuk kedua anaknya. Dari sanalah muncul wilayah Panjalu, dan Jenggala.

Bagian barat disebut sebagai Kerajaan Panjalu, Daha, atau Kadiri, yang berdiri pada tahun 1045, dan berakhir di tahun 1222. Wilayah kekuasaannya membentang hingga Madiun, dan Ponorogo.

Sementara itu, bagian timur disebut sebagai Jenggala, yang pada akhirnya juga dikuasai oleh Panjalu. Hanya ada tiga prasasti yang ditemukan di wilayah Madiun, terkait dengan keberadaan Kerajaan Kahuripan, dan Panjalu.

Penemuan tiga prasasti tersebut, tertulis dalam catatan Residen Madiun, Lucien Adam. Catatan Residen Madiun ini, tertuang dalam buku berjudul "Antara Lawu dan Wilis: Arkeologi, Sejarah, dan Legenda Madiun Raya Berdasarkan Catatan Lucien Adam" terjemahan Nunus Supardi, dan Peter Carey Christopher Reinhart.

Benda bersejarah yang pertama ditemukan adalah, Sirah Keteng yang masuk wilayah Desa Bedingin, yakni salah satu desa di bagian selatan Kabupaten Ponorogo. Prasasti tersebut, berangka tahun 1026.

Baca juga: Viral, Mobil Patwal Polisi Tabrak Pemotor di Makassar

Sirah Keteng yang berbahan batu andesit tersebut, sempat diletakkan di halaman kantor Bupati Madiun. Selanjutnya dipindahkan ke museum. Batu itu adalah bagian dari sebuah monumen, yang mungkin merupakan sebuah gerbang dengan kepala Banaspati besar dan berada di tempat yang indah untuk dilihat.

Ketika ditemukan Sirah Keteng pada 1925, juga ditemukan sebuah sumur berbentuk tabung berdiameter sekitar satu meter. Sambungan sumur ini, ditemukan lagi pada jarak 500 meter di Desa Sambilawang.

Ada yang menyebutkan, saluran pipa di bawah tanah tersebut, memanjang hingga wilayah Kabupaten Trenggalek. Pada batu kepala Banaspati, ditulis kata pujian untuk Raja Jayawarsya, yang mungkin adalah Raja Kediri, penyembah Dewa Wisnu.

Tulisan tersebut juga berisi tentang bantuan untuk atitih, yang kemungkinan merupakan gelar untuk seorang pejabat administrasi yang berada di wilayah tersebut, bernama Marjoyo.

Selain itu, di Desa Kupuk, yang berada di dekat Desa Bedingin, juga ditemukan padmasana atau singgasana teratai. Sebuah batu yang digambari enam karakter, berbentuk kotak dengan tujuh baris tulisan yang mengelilinginya.

Baca juga: Jual Wanita Bertarif Rp300 Ribu, Pasutri Mucikari Tak Berkutik Digerebek Massa

Padmasana ini memiliki bagian bawah yang berukiran Ganesha berlengan empat. Patung-patung, batu-batu, dan benda-benda lainnya tersebut diduga berasal dari Sirah Keteng.

Prasasti kedua yang ditemukan berasal dari periode Kediri, dan berangka tahun 1139. Prasasti ini ditemukan di atas sebuah batu di selatan Ponorogo, yaitu di Dusun Selodono, Desa Karangpatihan.

Sedangkan prasasti ketiga yang ditemukan berangka tahun 1204 dan tertulis di atas batu yang rusak. Prasasti ini ditemukan di Desa Taji yang berada di wilayah Magetan, yakni di bagian barat Keresidenan Madiun.

Dari prasasti ketiga tersebut, terdapat tulisan yang menerangkan tentang penetapan wilayah perdikan. Kemungkinan, wilayah perdikan ini dianugerahkan untuk tujuan keagamaan dan kepentingan Pu Tumambi.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kasus Pemerasan Maidi,...
Kasus Pemerasan Maidi, KPK Periksa Plt Wali Kota Madiun sebagai Saksi
Geledah Kantor PMPTSP...
Geledah Kantor PMPTSP Kota Madiun, KPK Sita Uang Ratusan Juta
KPK Ungkap Wali Kota...
KPK Ungkap Wali Kota Madiun Terima Duit dengan Modus CSR
Rekomendasi
PLN EPI Dorong Zero...
PLN EPI Dorong Zero Waste lewat Pengelolaan Sampah Terpilah dan Daur Ulang
UATAS dan AFPI Ajak...
UATAS dan AFPI Ajak Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
Berita Terkini
Aksi Mahasiswa Bagian...
Aksi Mahasiswa Bagian dari Kontrol Jalannya Pemerintahan
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Demo Ricuh di Grahadi...
Demo Ricuh di Grahadi Surabaya, Belasan Pendemo Diduga Provokator Ditangkap
Stafsus Menag Bertemu...
Stafsus Menag Bertemu Pengurus Rumah Doa Methodis Injili Jemaat Filadelfia Bandung
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
4 Pelaku Penyekapan...
4 Pelaku Penyekapan Karyawan Padel Langsung Ditahan
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved