81 Preman Diangkut ke Polres Garut, Buntut Pengeroyokan Polisi
Rabu, 14 Juni 2023 - 17:38 WIB
loading...
A
A
A
Orang-orang yang diamankan tersebut rata-rata berprofesi sebagai tukang parkir dan preman meresahkan. Dari 81 orang itu, satu orang di antaranya membawa senjata tajam jenis samurai. Sementara seorang lainnya, membawa obat-obatan yang diduga obat terlarang.
"Yang membawa sajam jenis samurai ditangkap di wilayah Kecamatan Tarogong Kaler. Sedangkan yang diduga obat terlarang dari Garut Kota, namun untuk jenis obatnya akan diteliti apakah masuk kategori obat terlarang atau bukan," kata AKBP Rio Wahyu Anggoro.
Baca juga: Preman Kampung di Medan Serang Polisi dengan Sajam karena Tak Terima Ditegur
Dia menegaskan, preman yang kedapatan membawa sajam akan dikenakan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 Pasal 2 ayat 1. Para preman ini selanjutnya akan menjalani sejumlah pemeriksaan, mulai tes urine hingga dicocokkan apakah mereka terlibat aksi kriminal atau tidak.
"Jika dalam 1x24 jam klir, bersih, tidak terkait aksi kriminal, kami akan koordinasikan dengan dinas sosial untuk memberikan pelatihan agar para preman ini memiliki pekerjaan dan keahlian. Tujuannya adalah agar tidak ada lagi aksi premanisme, dan operasi akan terus kami lakukan hingga Garut benar-benar bersih dari tindak premanisme," pungkasnya.
"Yang membawa sajam jenis samurai ditangkap di wilayah Kecamatan Tarogong Kaler. Sedangkan yang diduga obat terlarang dari Garut Kota, namun untuk jenis obatnya akan diteliti apakah masuk kategori obat terlarang atau bukan," kata AKBP Rio Wahyu Anggoro.
Baca juga: Preman Kampung di Medan Serang Polisi dengan Sajam karena Tak Terima Ditegur
Dia menegaskan, preman yang kedapatan membawa sajam akan dikenakan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 Pasal 2 ayat 1. Para preman ini selanjutnya akan menjalani sejumlah pemeriksaan, mulai tes urine hingga dicocokkan apakah mereka terlibat aksi kriminal atau tidak.
"Jika dalam 1x24 jam klir, bersih, tidak terkait aksi kriminal, kami akan koordinasikan dengan dinas sosial untuk memberikan pelatihan agar para preman ini memiliki pekerjaan dan keahlian. Tujuannya adalah agar tidak ada lagi aksi premanisme, dan operasi akan terus kami lakukan hingga Garut benar-benar bersih dari tindak premanisme," pungkasnya.
(nic)
Lihat Juga :