Detik-detik Pemindahan Pria Berbobot 300 Kg dari RSUD Kota Tangerang ke RSCM Jakarta
Sabtu, 10 Juni 2023 - 01:23 WIB
loading...
A
A
A
Kendati begitu, dia masih mengeluhkan nyeri di kakinya akibat kecelakaan. Untuk informasi, selain karena faktor obesitas Fajri tidak bisa banyak bergerak karena mengalami infeksi di kakinya.
Kecelakaan yang terjadi delapan bulan lalu itu, membuat Fajri hanya bisa terbaring. Hal ini membuat bobotnya yang terus membesar.
Taty menuturkan, hasil laboratorium dari cairan yang diambil di tubuh Fajri terkonfirmasi normal. "Hasil lab-nya bagus, normal, dilihat dari hasil pemeriksaan lab bagus. Alhamdulillah dalam keadaan sekarang Fajri itu keadaanya sadar, dia sudah bisa duduk, dan keluhan-keluhan yang agak nyeri di kakinya, karena memang dapat pengobatan, agak berkurang. Gulanya bagus, hasil lab-nya bagus," jelasnya.
Dalam menangani Fajri, RSUD Kota Tangerang membentuk tim khusus untuk memantau kondisi Fajri, pria yang memiliki bobot 300 kilogram. Setidaknya ada 10 dokter spesialis yang dikerahkan. Dia mengatakan, tim itu dipimpin oleh dokter spesialis penyakit dalam Dr, Marsel. SpPD.
"Di mana di situ terdapat KSM (Kelompok Staff Medis) ada penyakit dalam, radiologi, bedah, kulit, gizi dan lain-lain, jadi tim ini yang menangani," ujarnya.
Dia menjelaskan, Fajri mengalami obesitas dan memiliki infeksi di kakinya. Hal ini yang membuatnya tak bisa banyak bergerak dan hanya berbaring saja.
Taty menuturkan, penanganan pertama yang dilakukan RSUD Kota Tangerang adalah menangani infeksi di kakinya terlebih dahulu. Kemudian, memperbaiki pola makannya dengan memberikan nutrisi yang bergizi.
"Itu yang dapat kita lakukan untuk menurunkan berat badan harus mempunyai tata laksana program yang memang dalam kondisi yang stabil," tuturnya.
Menurut Taty, infeksi di kaki yang dialami Fajri dikarenakan dia pernah terjatuh dari motor delapan bulan lalu. Saat itu, dia sempat berobat dan sembuh. Namun, infeksinya kambuh dan terjadilah infeksi.
"Jadi stelah kecelakaan sudah bisa beraktivitas, pas delapan bulan bleakangan ini timbul sakit lagi, nah itu yang menyebabkan dia tidak bisa kemana-mana, hanya di tempat tidur saja sampai buang air besar juga di tempat tidur," tuturnya.
RSUD Kota Tangerang akan merujuk Fajri ke RSCM. Sebab, RSUD Kota Tangerang tak memiliki peralatan medis yang memadai.
Keterbatasan yang dimaksud, RSUD Kota Tangerang tak memiliki dokter bedah digestif dan vaskular.
Kecelakaan yang terjadi delapan bulan lalu itu, membuat Fajri hanya bisa terbaring. Hal ini membuat bobotnya yang terus membesar.
Taty menuturkan, hasil laboratorium dari cairan yang diambil di tubuh Fajri terkonfirmasi normal. "Hasil lab-nya bagus, normal, dilihat dari hasil pemeriksaan lab bagus. Alhamdulillah dalam keadaan sekarang Fajri itu keadaanya sadar, dia sudah bisa duduk, dan keluhan-keluhan yang agak nyeri di kakinya, karena memang dapat pengobatan, agak berkurang. Gulanya bagus, hasil lab-nya bagus," jelasnya.
Dalam menangani Fajri, RSUD Kota Tangerang membentuk tim khusus untuk memantau kondisi Fajri, pria yang memiliki bobot 300 kilogram. Setidaknya ada 10 dokter spesialis yang dikerahkan. Dia mengatakan, tim itu dipimpin oleh dokter spesialis penyakit dalam Dr, Marsel. SpPD.
"Di mana di situ terdapat KSM (Kelompok Staff Medis) ada penyakit dalam, radiologi, bedah, kulit, gizi dan lain-lain, jadi tim ini yang menangani," ujarnya.
Dia menjelaskan, Fajri mengalami obesitas dan memiliki infeksi di kakinya. Hal ini yang membuatnya tak bisa banyak bergerak dan hanya berbaring saja.
Taty menuturkan, penanganan pertama yang dilakukan RSUD Kota Tangerang adalah menangani infeksi di kakinya terlebih dahulu. Kemudian, memperbaiki pola makannya dengan memberikan nutrisi yang bergizi.
"Itu yang dapat kita lakukan untuk menurunkan berat badan harus mempunyai tata laksana program yang memang dalam kondisi yang stabil," tuturnya.
Menurut Taty, infeksi di kaki yang dialami Fajri dikarenakan dia pernah terjatuh dari motor delapan bulan lalu. Saat itu, dia sempat berobat dan sembuh. Namun, infeksinya kambuh dan terjadilah infeksi.
"Jadi stelah kecelakaan sudah bisa beraktivitas, pas delapan bulan bleakangan ini timbul sakit lagi, nah itu yang menyebabkan dia tidak bisa kemana-mana, hanya di tempat tidur saja sampai buang air besar juga di tempat tidur," tuturnya.
RSUD Kota Tangerang akan merujuk Fajri ke RSCM. Sebab, RSUD Kota Tangerang tak memiliki peralatan medis yang memadai.
Keterbatasan yang dimaksud, RSUD Kota Tangerang tak memiliki dokter bedah digestif dan vaskular.
Lihat Juga :