SPG Cantik Pikat Calon Pembeli Hewan Kurban
Jum'at, 24 Juli 2020 - 14:47 WIB
loading...
SPG melayani calon pembeli hewan Kurban di stand pasar hewan Kurban milik Setiawan Basuki, di kawasan Jalan Kedung Baruk, Surabaya. Foto/SINDONews/Ali Masduki
A
A
A
SURABAYA - Soal merayu memang perempuanlah jagonya. Apalagi perempuan tersebut dianugerahi tampang cantik dan body yang aduhai. Maka tidak heran jika banyak perusahaan menyandingkan foto perempuan dengan produknya dalam setiap promosi.
Seperti yang dilakukan oleh Setiawan Basuki. Ditengah maraknya persaingan penjualan hewan kurban jelang hari raya Idul Adha , dia mempekerjakan gadis-gadis cantik yang berpengalaman sebagai sales promotion girl (SPG) untuk menawarkan dagangannya. Uniknya, para SPG ini berdandan ala koboy saat melayani calon pembeli. (Baca juga: SPG Cantik Jajakan Hewan Kurban di Surabaya )
Setiawan mengatakan, selain menarik perhatian pembeli, dihadirkannya SPG-SPG cantik di standnya tersebut untuk mengubah anggapan masyarakat bahwa pasar hewan adalah tempat yang menyeramkan. (Baca juga: Lebih Utama Mana, Hewan Kurban Warna Putih Atau Hitam? )
"Biasanyakan blantik terkesan angker. Untuk merubah image makanya kami gunakan SPG," kata dia pada SINDOnews di kawasan Kedung Baruk Surabaya.
Di sisi lain, Setiawan mengakui penjualan hewan kurban pada masa pendemi ini mengalami penurunan jika dibandingkan tahun lalu. Beberapa hari yang sama jelang Idul Adha, tahun lalu dirinya sudah berhasil menjual 90 ekor sapi. Namun saat ini meskipun harganya relatif stabil baru terjual 21 ekor.
Seperti yang dilakukan oleh Setiawan Basuki. Ditengah maraknya persaingan penjualan hewan kurban jelang hari raya Idul Adha , dia mempekerjakan gadis-gadis cantik yang berpengalaman sebagai sales promotion girl (SPG) untuk menawarkan dagangannya. Uniknya, para SPG ini berdandan ala koboy saat melayani calon pembeli. (Baca juga: SPG Cantik Jajakan Hewan Kurban di Surabaya )
Setiawan mengatakan, selain menarik perhatian pembeli, dihadirkannya SPG-SPG cantik di standnya tersebut untuk mengubah anggapan masyarakat bahwa pasar hewan adalah tempat yang menyeramkan. (Baca juga: Lebih Utama Mana, Hewan Kurban Warna Putih Atau Hitam? )
"Biasanyakan blantik terkesan angker. Untuk merubah image makanya kami gunakan SPG," kata dia pada SINDOnews di kawasan Kedung Baruk Surabaya.
Di sisi lain, Setiawan mengakui penjualan hewan kurban pada masa pendemi ini mengalami penurunan jika dibandingkan tahun lalu. Beberapa hari yang sama jelang Idul Adha, tahun lalu dirinya sudah berhasil menjual 90 ekor sapi. Namun saat ini meskipun harganya relatif stabil baru terjual 21 ekor.
Lihat Juga :