WHO Peringatkan Wabah Covid-19 Belum Berakhir
Rabu, 29 April 2020 - 10:34 WIB
loading...
Petugas medis melakukan pengujian virus corona di Dresden, Jerman, beberapa waktu lalu. Foto/Reuters
A
A
A
JENEWA - Wabah corona telah menyerang Afrika, Eropa Timur, Amerika Latin, dan Asia Timur.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah virus corona masih jauh dari kata akhir dan mengancam kesehatan masyarakat dunia, terutama anak-anak yang berada di wilayah miskin.
Meskipun angka penyebaran dan kematian mulai menurun di negara terdampak terburuk seperti China, Italia, Spanyol, dan Amerika Serikat, wabah Covid-19 masih menjadi ancaman besar. Pasalnya, sejauh ini tidak ada ahli yang mampu menciptakan vaksin atau obat anti-Covid-19.
"Kita masih harus melalui perjalanan yang panjang dan banyak pekerjaan yang harus diselesaikan," ujar Direktur Jenderal (Dirjen) WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam konferensi pers virtual dari Jenewa, Swiss, kemarin, dikutip CNA. "Gelombang kedua wabah Covid-19 dapat kita cegah dengan tindakan yang tepat."
Sebanyak 2,97 juta orang telah positif terinfeksi Covid-19, 205.948 di antaranya tewas sejak virus mematikan itu ditemukan di Kota Wuhan, China, pada akhir Desember 2019. Tedros mengaku cemas anak-anak akan menjadi korban baru, bukan hanya dari Covid-19, tapi juga penyakit lainnya seperti polio.
"Saat ini banyak program vaksinasi yang terbengkalai akibat Covid-19. Anak-anak memiliki risiko yang rendah mengalami kondisi kritis atau meninggal akibat Covid-19, tapi mereka memiliki risiko tinggi dari penyakit lainnya yang dapat dicegah menggunakan vaksin," ujar Tedros.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah virus corona masih jauh dari kata akhir dan mengancam kesehatan masyarakat dunia, terutama anak-anak yang berada di wilayah miskin.
Meskipun angka penyebaran dan kematian mulai menurun di negara terdampak terburuk seperti China, Italia, Spanyol, dan Amerika Serikat, wabah Covid-19 masih menjadi ancaman besar. Pasalnya, sejauh ini tidak ada ahli yang mampu menciptakan vaksin atau obat anti-Covid-19.
"Kita masih harus melalui perjalanan yang panjang dan banyak pekerjaan yang harus diselesaikan," ujar Direktur Jenderal (Dirjen) WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam konferensi pers virtual dari Jenewa, Swiss, kemarin, dikutip CNA. "Gelombang kedua wabah Covid-19 dapat kita cegah dengan tindakan yang tepat."
Sebanyak 2,97 juta orang telah positif terinfeksi Covid-19, 205.948 di antaranya tewas sejak virus mematikan itu ditemukan di Kota Wuhan, China, pada akhir Desember 2019. Tedros mengaku cemas anak-anak akan menjadi korban baru, bukan hanya dari Covid-19, tapi juga penyakit lainnya seperti polio.
"Saat ini banyak program vaksinasi yang terbengkalai akibat Covid-19. Anak-anak memiliki risiko yang rendah mengalami kondisi kritis atau meninggal akibat Covid-19, tapi mereka memiliki risiko tinggi dari penyakit lainnya yang dapat dicegah menggunakan vaksin," ujar Tedros.
Lihat Juga :