Jejak Kebengisan Amangkurat I, Bunuh Ribuan Ulama karena Takut Kehilangan Takhta
Jum'at, 26 Mei 2023 - 08:08 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Konflik Raja Mataram Amangkurat I dengan Pamannya Pecah setelah Pembunuhan Ulama
Berkat persiapan matang, eksekusi berjalan lancar. Dalam waktu tidak lebih 30 menit, 6.000 ulama tewas ditikam para serdadu yang dipimpin oleh keempat orang kepercayaan raja.
Sejarawan van Goens dalam catatannya menulis, "Belum setengah jam berlalu setelah terdengar bunyi tembakan, 5 sampai 6 ribu jiwa dibasmi dengan cara yang mengerikan.” Juga ditulis bahwa selama aksi pembunuhan berlangsung, raja mengurung diri di istanah. Dia bertingkah seolah tidak mengetahui apa yang terjadi di luar istana.
Sehari setelah pembantaian berlangsung, raja tampil di muka umum dengan wajah marah dan terkejut. "Selama satu jam di depan para pejabat, tidak satu patah kata pun terucap dari mulutnya. Semua orang yang hadir pun diam dan suasana kian mencekam. Tidak seorang pun berani mengangkat kepalanya, apalagi memandang wajah Sunan,” catat van Goens.
Amangkurat I balik menuduh ulama yang bersekongkol membunuh adiknya Pangeran Alit. Ia seolah membenarkan bahwa pembunuhan terhadap para ulama sebagai balasan setimpal atas kematian adiknya.
Sumber: dok.sindonews
Berkat persiapan matang, eksekusi berjalan lancar. Dalam waktu tidak lebih 30 menit, 6.000 ulama tewas ditikam para serdadu yang dipimpin oleh keempat orang kepercayaan raja.
Sejarawan van Goens dalam catatannya menulis, "Belum setengah jam berlalu setelah terdengar bunyi tembakan, 5 sampai 6 ribu jiwa dibasmi dengan cara yang mengerikan.” Juga ditulis bahwa selama aksi pembunuhan berlangsung, raja mengurung diri di istanah. Dia bertingkah seolah tidak mengetahui apa yang terjadi di luar istana.
Sehari setelah pembantaian berlangsung, raja tampil di muka umum dengan wajah marah dan terkejut. "Selama satu jam di depan para pejabat, tidak satu patah kata pun terucap dari mulutnya. Semua orang yang hadir pun diam dan suasana kian mencekam. Tidak seorang pun berani mengangkat kepalanya, apalagi memandang wajah Sunan,” catat van Goens.
Amangkurat I balik menuduh ulama yang bersekongkol membunuh adiknya Pangeran Alit. Ia seolah membenarkan bahwa pembunuhan terhadap para ulama sebagai balasan setimpal atas kematian adiknya.
Sumber: dok.sindonews
(nic)
Lihat Juga :