alexa snippet

Mengenal Muzammil Hasballah, Imam Muda Bersuara Merdu

Mengenal Muzammil Hasballah, Imam Muda Bersuara Merdu
Muzammil Hasballah. (Djuli Pamungkas/KORAN SINDO)
A+ A-
BANDUNG - Lantunan ayat suci Alquran begitu fasih dibacakannya. Pun langgamnya, begitu indah dengan suaranya yang merdu. Sosoknya yang sederhana, membuat siapa pun begitu terkesima melihat pemuda asal Aceh ini.

Pria bernama lengkap Muzammil Hasballah atau yang akrab disapa Muzammil ini mencuat namanya di dunia maya, tatkala belum lama ini ia mengunggah video saat menjadi imam salat berjamaah di YouTube.

Tak ayal, mereka yang tak mengerti arti bacaannya pun, begitu terpesona oleh kefasihannya dalam membacakan ayat per ayat kitab suci umat islam tersebut.

Seperti umumnya, Muzammil adalah pria muda dengan segudang aktivitas. Lulusan Fakultas Arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB) ini pun mengaku bahwa belum lama ini ia sengaja mengunggah video ibadah salatnya ke YouTube. Tak ada niat lain, selain menyiarkan agama Islam.

Meski ada beberapa komentar miring mengenai aksinya tersebut, tetapi ditanggapinya dengan begitu santai.

"Saya melakukannya bukan karena iseng. Sudah sekitar lima video bacaan salat yang saya unggah selama dua bulan belakangan ini, itu saya lakukan semata-mata untuk syiar agama saja. Tidak ada niatan lain," ujarnya.

Lagi pula, lanjut Muzammil, yang dia rekam itu adalah ibadah wajib.

"Ibadah wajib tentu sangat dianjurkan untuk disebarkan. Memang ada istilah rahasiakan amalmu sebagaimana kau merahasiakan aibmu. Tapi itu kan berlaku untuk amalan sunnah. Sedangkan salat adalah ibadah wajib, dan saya mengajak untuk melakukan hal itu," terangnya, semringah.

Pria kelahiran, Sigli, Kabupaten Pidie, Aceh ini menuturkan, sejak kecil memang tertarik dalam mempelajari ilmu langgam Alquran. Di Aceh, ia kerap mendengarkan audio pembacaan Alquran di masjid sebelum waktu salat.

Hal itu sering ditirunya secara terus menerus. Baru ketika kelas 5 SD, ia pun mempelajari langgam Alquran secara serius. Hal itu bukan tanpa alasan. Dia mewakili sekolahnya untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Anak-Anak di Aceh, mulai sejak itu ia mengikuti privat langgam Alquran.

Tidak berhenti di situ, ia pun melanjutkan keseriusannya mempelajari langgam Alquran di tingkat SMP. Sejak SMP ia mulai masuk sekolah umum. Meski demikian, ia tetap mondok di sebuah rumah Alquran untuk menghafal Alquran dan mempelajari langgam Alquran secara lebih dalam.

"Kegiatan saya kala itu seperti anak pada umumnya saja. Sejak pagi hingga sore hari, saya sekolah seperti biasa. Seusai itu saya mempelajari langgam quran dan menyetor hafalan surat quran pada malam dan seusai salat subuh. Begitu seterusnya hingga lulus SMP. Baru saat memasuki SMA, saya pindah, dari Sigli menuju Banda Aceh," ujarnya.

Di Banda Aceh, ia masuk sekolah boarding school. Meski demikian, kecintaannya terhadap Alquran tidak berhenti di situ. Di sela-sela kesibukannya sebagai seorang siswa di sekolah umum yang mempelajari pengetahuan umum, Muzammil tetap teguh mempelajari apa yang sudah menjadi hobinya tersebut.
(zik)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top