Status Jaksa Terima Suap Rp2,6 M Belum Jelas, Mahasiswa Desak Kajagung Copot Kajari Bengkalis
Rabu, 24 Mei 2023 - 10:48 WIB
loading...
Aktivis dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Bengkalis menggelar aksi damai di depan gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. Aksi ini terkait kasus penerimaan suap yang melibatkan oknum jaksa Bengkalis. Foto SINDOnews
A
A
A
PEKANBARU - Aktivis dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Bengkalis menggelar aksi damai di depan gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. Aksi ini terkait kasus penerimaan suap yang melibatkan oknum jaksa Bengkalis berinisial SH yang hingga saat masih belum jelas meski sudah ditahan cukup lama.
Dalam orasinya massa meminta agar Jaksa Agung dan Kajati Riau mencopot Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bengkalis Zainur Arifin Syah. Permintaan ini lantaran massa menilai Kajari Bengkalis telah gagal dalam memimpin dan mengawasi anggotanya. Baca juga: 4 Jalur Seleksi Mandiri UNS 2023 Dibuka, Prestasi hingga Kepemimpinan Muda
"Kita menyoroti kasus dugaan suap senilai Rp2,6 miliar yang menyeret oknum jaksa di Kejari Bengkalis. Ini sungguh memalukan dan mencoreng institusi kejaksaan" terang Kordinator Umum (Kordum) Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Bengkalis, M Rahmadani, Rabut (24/5/2023).
Kasus narkoba, lanjutnya, berkenaan langsung dengan masyarakat. "Untuk itu kita minta kasus suap ini diusut lebih lanjut. Bahkan juga aliran dana yang diduga lebih dari Rp2,6 miliar itu," sambungnya.
Dalam orasinya massa meminta agar Jaksa Agung dan Kajati Riau mencopot Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bengkalis Zainur Arifin Syah. Permintaan ini lantaran massa menilai Kajari Bengkalis telah gagal dalam memimpin dan mengawasi anggotanya. Baca juga: 4 Jalur Seleksi Mandiri UNS 2023 Dibuka, Prestasi hingga Kepemimpinan Muda
"Kita menyoroti kasus dugaan suap senilai Rp2,6 miliar yang menyeret oknum jaksa di Kejari Bengkalis. Ini sungguh memalukan dan mencoreng institusi kejaksaan" terang Kordinator Umum (Kordum) Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Bengkalis, M Rahmadani, Rabut (24/5/2023).
Kasus narkoba, lanjutnya, berkenaan langsung dengan masyarakat. "Untuk itu kita minta kasus suap ini diusut lebih lanjut. Bahkan juga aliran dana yang diduga lebih dari Rp2,6 miliar itu," sambungnya.
Lihat Juga :