Kisah Perjuangan Pangeran Diponegoro, Dikhianati Orang Terdekat hingga Terserang Malaria

Rabu, 24 Mei 2023 - 05:38 WIB
loading...
Kisah Perjuangan Pangeran...
Perjuangan Pangeran Diponegoro melawan Belanda pada 1829 mulai mengalami kesulitan. Sebagian masyarakat mulai enggan berjuang bersama. (Ist)
A A A
Perjuangan Pangeran Diponegoro melawan Belanda pada 1829 mulai mengalami kesulitan. Sebagian masyarakat mulai enggan berjuang bersama.

Belum lagi beberapa pejabat lokal di beberapa daerah yang dituju Pangeran Diponegoro mulai mengurangi suplai logistik pendukung. Justru sebaliknya para pejabat lokal itu berbalik menentangnya.

Bahkan dari buku Peter Carey berjudul "Takdir Riwayat Pangeran Diponegoro 1785 - 1825" banyak warga lokal yang turut mengungsi ke wilayah yang berada di bawah kendali benteng Belanda, karena merasa keamanannya lebih terjamin dan kesempatan ekonomi yang lebih baik.

Hal ini tak heran, pasalnya lima belas bulan terakhir pada masa perang, bahkan ada kasus-kasus di mana warga di daerah kekuasaan Pangeran Diponegoro berbalik melawan pejabat-pejabat culas pendukung Diponegoro dan menghabisi mereka, karena begitu besar hasrat penduduk akan perdamaian. Kebijakan para komandan benteng Belanda barangkali juga ikut berpengaruh di sini.

Mereka berhasil merebut hati penduduk setempat dengan menjanjikan pemberian bajak gratis, hewan penghela, dan benih gratis, jika mereka mau pindah ke wilayah Belanda.

Kebijakan Belanda dalam menurunkan pajak, mengurangi kewajiban kerja bakti, dan menaikan upah buruh harian di sekitar benteng, untuk mendorong para petani dan keluarga mereka tetap betah tinggal di dekat benteng itu.

Alhasil di September 1820, di tahun keempat perang perlawanan terorganisasi terhadap Belanda di daerah-daerah subur pangan di Jawa tengah bagian selatan berakhir sudah. Ikatan rasa saling percaya dan kerjasama antara pasukan Pangeran Diponegoro dan penduduk desa setempat sudah rusak. Tanpa dukungan rakyat, tidak mungkin lagi Pangeran melancarkan perang gerilya dengan berhasil.

Di sisi lain ini mempengaruhi nasib keselamatan Pangeran Diponegoro. Sang pangeran mulai berada di titik nadir, pada 21 September 1829 Pangeran Ngabehi, panglima paling senior yang tersisa, bersama dua putranya, terbunuh dalam pertempuran sengit di Pegunungan Kelir yang ada di perbatasan Bagelen - Mataram.

Tak lama kemudian, pada 11 November 1829 Pangeran Diponegoro nyaris tertangkap oleh pasukan gerak cepat ke-11 yang dikomandoi oleh Mayor A. V. Michiels di Pegunungan Gowong. Diponegoro lalu memutuskan untuk masuk ke hutan-hutan di sebelah barat Bagelen dengan hanya ditemani dua punakawan atau pengiring terdekat, yakni Bantengwerang dan Roto.

Di tangan keduanya pulalah, semua kebutuhan sang pangeran dilayani serta turut sebagai penunjuk jalan dan penasehatnya. Konon pengembaraan ini membawa sang pangeran sampai ke Sampang di daerah Remo, di hulu Kali Cincingguling, kawasan yang jauh antara Bagelen dan Banyumas.

Baca: Mimpi Buruk Sultan Amangkurat I Buatnya Patuh ke Ulama dan Berdamai dengan Banten.

Konon Pangeran Diponegoro terus mengembara dalam persembunyiannya. Menembus hutan perawan lebat, bersembunyi di gua-gua, mencari bantuan dimana itu dimungkinkan di tengah hujan lebat dan angin kencang. Sang pangeran kerap mengalami kekurangan makanan, tidak punya tempat berteduh di waktu malam.

Nasib Pangeran Diponegoro kian miris ketika patih setianya Raden Adipati Abdullah Danurejo, membelot ke pihak Belanda. Ia pun terpaksa terus bersembunyi di lebatnya hutan, dengan harus menahan rasa sakit menderita luka di kakinya dan terkena sakit malaria yang membuat fisik sang pangeran melemah.

Ia menanggung dengan tabah semua derita ini sampai 9 Februari 1830. Sang pangeran terus menanggungnya dengan tabah sampai akhirnya ketika negosiasi - negosiasi awal dengan Kolonel Jan Baptist Cleerens.
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Diponegoro Hero, Film...
Diponegoro Hero, Film AI yang Hidupkan Kembali Api Perjuangan Pahlawan Jawa
Pangdam Diponegoro Resmikan...
Pangdam Diponegoro Resmikan Gereja Oikumene dan Fasilitas Satuan, Wujud Toleransi dan Persatuan
Kunjungi Yayasan Pangeran...
Kunjungi Yayasan Pangeran Diponegoro, TGB: Kita Berharap Anak Muda Bisa Meneladaninya
Rekomendasi
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
10 Pemain Paling Mengecewakan...
10 Pemain Paling Mengecewakan di Piala Dunia 2026: Dari Ronaldo hingga Neymar Jr
Anang Hermansyah Sempat...
Anang Hermansyah Sempat Ragu Ashanty Berhijab, Kini Beri Dukungan Penuh
Berita Terkini
Karhutla Dominasi Bencana...
Karhutla Dominasi Bencana Alam pada Pekan Ini, BNPB: Dampak Musim Kemarau
Minta Libatkan Masyarakat...
Minta Libatkan Masyarakat Adat, MPSI: PSN Wanam Harus Jamin Pendidikan Anak Papua
Gejolak PPP Banten,...
Gejolak PPP Banten, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi
Kemenhut Bangun Rumah...
Kemenhut Bangun Rumah untuk Warga Terdampak Bencana Aceh Tamiang
Polisi Bakal Panggil...
Polisi Bakal Panggil Pengemudi Alphard dan Satpam yang Terlibat Cekcok di Bundaran HI
Sekda Tangsel Bambang...
Sekda Tangsel Bambang Ingatkan ASN Berikan Pelayanan Publik Sesuai Standar
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved