Aturan Baru Paksa Calon Haji Tertua di Kota Malang Tak Berangkat ke Tanah Suci
Senin, 22 Mei 2023 - 13:19 WIB
loading...
A
A
A
Namun aturan itu akhirnya ditiadakan semasa penyelenggaraan ibadah haji pasca Covid-19 dan tugas pendampingan diserahkan ke petugas khusus ibadah haji. Hal ini pula yang membuat Supiyah akhirnya tidak bersedia berangkat. Padahal secara persyaratan pembayaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sudah melunasi biaya sebesar Rp 49.812.700 sebagaimana regulasi penyelenggaraan ibadah haji terbaru yang telah disepakati pemerintah.
"Kemudian kita melunasi sisanya (BPIH) 31 (juta) dimana karena tidak ada pendamping, sudah tua, akhirnya memutuskan tidak berangkat di tahun 2023 ini," ungkap menantunya itu.
Menurutnya, faktor ketiadaan pendamping dari pihak keluarga membuat Supiyah akhirnya tak bersedia berangkat ibadah haji. Padahal secara fisik sebenarnya Supiyah masih sanggup berjalan sendiri, bahkan perempuan kelahiran 15 April 1930 itu juga bisa menunaikan salat sambil berdiri. Bahkan perlengkapan haji pun telah disiapkannya.
"Kalau secara fisik tidak ada masalah, menderita sakit juga tidak, ibu itu sehat-sehat saja. Hanya pendengaran dan ingatannya memang mulai berkurang. Tapi yang lain-lain masih sehat semua," ujarnya.
Tetapi karena ada regulasi terbaru yang memutuskan jamaah haji lansia hanya boleh didampingi petugas haji khusus, membuat Supiyah memutuskan mundur tidak jadi berangkat usai berdiskusi dengan keluarganya. Apalagi Supiyah biasa sehari-hari dirawat oleh anaknya Suryati dan menantunya Abdul Ayyi, serta dua orang cucunya yang tinggal satu kompleks di rumahnya.
"Kemudian kita melunasi sisanya (BPIH) 31 (juta) dimana karena tidak ada pendamping, sudah tua, akhirnya memutuskan tidak berangkat di tahun 2023 ini," ungkap menantunya itu.
Menurutnya, faktor ketiadaan pendamping dari pihak keluarga membuat Supiyah akhirnya tak bersedia berangkat ibadah haji. Padahal secara fisik sebenarnya Supiyah masih sanggup berjalan sendiri, bahkan perempuan kelahiran 15 April 1930 itu juga bisa menunaikan salat sambil berdiri. Bahkan perlengkapan haji pun telah disiapkannya.
"Kalau secara fisik tidak ada masalah, menderita sakit juga tidak, ibu itu sehat-sehat saja. Hanya pendengaran dan ingatannya memang mulai berkurang. Tapi yang lain-lain masih sehat semua," ujarnya.
Tetapi karena ada regulasi terbaru yang memutuskan jamaah haji lansia hanya boleh didampingi petugas haji khusus, membuat Supiyah memutuskan mundur tidak jadi berangkat usai berdiskusi dengan keluarganya. Apalagi Supiyah biasa sehari-hari dirawat oleh anaknya Suryati dan menantunya Abdul Ayyi, serta dua orang cucunya yang tinggal satu kompleks di rumahnya.
Lihat Juga :