Kisah Raja Mataram Sultan Amangkurat I Berseteru dengan Kerajaan Banten

Senin, 22 Mei 2023 - 08:33 WIB
loading...
Kisah Raja Mataram Sultan...
Kerajaan Mataram dan Banten pernah berseteru kala Sultan Amangkurat I bertahta. Putra dari Sultan Agung itu merasa tak merasa senang dengan Kerajaan Banten. Foto/Ist
A A A
KERAJAAN Mataram dan Banten pernah mengalami perseteruan kala Sultan Amangkurat I bertahta. Putra dari Sultan Agung itu merasa tak merasa senang dengan Kerajaan Banten.

Sultan Amangkurat I konon tidak merasa senang terhadap Banten karena tak ingin dipandang lebih rendah dari Banten. Penguasa Mataram saat itu ingin tampil lebih superior dibanding Banten.

Baca juga: Suksesi Raja Mataram setelah Sultan Agung Lengser, Diwarnai Intrik Para Pangeran Darah Biru

Bahkan suatu ketika dua Sultan Banten yang tua dan yang muda, pada bulan Februari 1649 menyuruh menghitung seluruh jumlah penduduk laki-laki di atas usia tujuh tahun, dan membagi-bagikan senapan kepada beberapa orang kepala, sebagaimana dikisahkan pada "Disintegrasi Mataram : Dibawah Mangkurat I".

Sementara kalangan berpendapat bahwa usaha menghitung ini dilakukan untuk mengetahui dengan tepat berapa besar kekuatan yang dapat dikumpulkan untuk menghadapi Mataram, apabila Mataram hendak memerangi Banten.



Sebaliknya, di Mataram Sultan Amangkurat I mencurigai orang-orang Banten, dan bertanya kepada seorang utusan Belanda yang berkunjung kepada apakah ada utusan Bali yang datang di Banten. Dengan demikian, ia merasa khawatir akan diserang dari kiri dan kanan, karena Bali merupakan musuh bebuyutannya.

Selain itu, sang Sultan itu ingin tahu betapa jauh letak Banten dari Batavia, mengingat saat itu dijelaskan dengan sebuah gambar yang dibuat dengan jari tangan oleh Tuan Kolektur di atas pasir. Sikap yang mengancam ini membuat Banten bersikap hati-hati.

Baca juga: Kebengisan Amangkurat II Eksekusi Mati Trunojoyo: Kepala Dipenggal, Diinjak, Ditumbuk

Maka, tibalah sebuah perutusan Banten di Mataram sekitar tahun 1648-1649. Hanya Sadjarah Banten yang memuat keterangan tentang hal ini. Untuk hubungannya dengan Banten, Sunan memakai kaki tangannya di Cirebon.

Setelah meninggalnya Panembahan Ratu pada tahun 1640, ini adalah cucunya, Panembahan Adiningkusuma, yang terutama dikenal sebagai Panembahan Girilaya.

Panembahan Ratu yang sudah sangat tua itu telah memperingatkan penggantinya supaya tidak turut campur dengan kemungkinan ditaklukkannya Banten oleh Mataram.

Tetapi ketika Panembahan Girilaya menghadap sebagaimana biasanya di Mataram, ia dibuat mabuk oleh patih kerajaan Tumenggung Singaranu. Dalam keadaan mabuk dinyatakannya, ketika dicolok Tumenggung Singaranu, bahwa Banten adalah cabang dari Cirebon, apakah cabang, kalau tidak patah, tidak harus mengikuti batangnya? "Pangeran benar-benar setia!" seru Tumenggung Singaranu dengan gembira.

Keduanya lalu mengirimkan utusan bersama ke Banten: Tumenggung Singaranu mengirimkan mantri-mantrinya Rujitnala, Jawiring, dan Sangyang Panengah, pembesar Cirebon itu mengirimkan Sacadimarta. Konon ketika itu Jawiring mengusulkan supaya Mataram dan Banten setiap tahun saling mengirim perutusan.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Kebakaran di Manggarai,...
Kebakaran di Manggarai, Jalan Sultan Agung hingga Tambak Macet
Arema FC Tinggalkan...
Arema FC Tinggalkan Kanjuruhan, Daftarkan Stadion Sultan Agung Jadi Kandang untuk Liga 1
Kisah Mistik Sultan...
Kisah Mistik Sultan Agung Taklukkan Mekkah
Rekomendasi
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Berita Terkini
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
Gunung Merapi Erupsi,...
Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Meluncur 2 Kilometer ke Arah Barat
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved