Bangkai Paus Biru Seberat 45 Ton Mendadak Hilang di Pantai Namosin
Kamis, 23 Juli 2020 - 06:31 WIB
loading...
A
A
A
Namun, saat alat berat tengah diusahakan datang, ikan paus biru tersebut keburu hilang. Pagi kemarin bangkai paus sudah tak terlihat di Pantai Namosin. Warga Kupang pun kaget karena pada Selasa malam ikan itu masih teronggok di dekat pantai. "Tadi malam masih ada di sini. Pagi ini saya turun ke pesisir untuk melihatnya lagi, tapi sudah tidak ada. Mungkin hanyut terbawa air laut saat sedang pasang," kata Ansel, warga Nunhila yang ditemui di lokasi.
Kepala Bidang Teknis BBKSDA NTT Zaydi menyebut paus itu hanyut terbawa oleh air laut saat pasang. Ikan yang sempat terdampar itu merupakan paus jenis biru (blue whale). "Semalam kami dari BBKSDA menerjunkan tim untuk bertugas menjaganya, namun paus itu hanyut," ujarnya. (Baca juga: Polisi Ringkus Ayah yang Cabuli Anak Kandung)
Zaydi menjelaskan, Selasa malam, sekitar pukul 22.30 Wita, tim UPS BBKSDA NTT yang piket di lokasi melaporkan paus sudah mengambang di air dan akhirnya hanyut. Malam itu, tim sebenarnya langsung berusaha mencari paus dan mengejarnya dengan speed boat. Namun, pencarian tak berhasil karena keadaan di laut semakin gelap. "Teman-teman tetap melakukan upaya pencarian dan penyisiran sampai saat ini," katanya.
Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang Ikram Sangadji, ketika dikonfirmasi, mengaku belum mendapatkan informasi itu. Dia berjanji akan terjun langsung ke lokasi untuk memastikan hilangnya paus itu. "Kalau sudah hilang akan sulit dilacak. Kalau badannya sudah membusuk dan perutnya pecah, biasanya akan tenggelam sendiri," ujarnya. (Lihat videonya: Viral di media Sosial, Bocah di Bali Terjepit Kepalanya di Tiang Listrik)
Ikram mengungkapkan, paus itu sebenarnya dilaporkan pertama kali oleh warga pada Selasa pagi sekitar pukul 10.00 Wita. Namun, baru terdampar di pesisir pantai itu sekitar pukul 15.00 Wita. Menurut rencana, Rabu (22/7) pagi kemarin tim akan mengubur paus di dalam pasir seperti yang dilakukan saat temuan ikan besar sebelumnya. (Eman Suni)
Kepala Bidang Teknis BBKSDA NTT Zaydi menyebut paus itu hanyut terbawa oleh air laut saat pasang. Ikan yang sempat terdampar itu merupakan paus jenis biru (blue whale). "Semalam kami dari BBKSDA menerjunkan tim untuk bertugas menjaganya, namun paus itu hanyut," ujarnya. (Baca juga: Polisi Ringkus Ayah yang Cabuli Anak Kandung)
Zaydi menjelaskan, Selasa malam, sekitar pukul 22.30 Wita, tim UPS BBKSDA NTT yang piket di lokasi melaporkan paus sudah mengambang di air dan akhirnya hanyut. Malam itu, tim sebenarnya langsung berusaha mencari paus dan mengejarnya dengan speed boat. Namun, pencarian tak berhasil karena keadaan di laut semakin gelap. "Teman-teman tetap melakukan upaya pencarian dan penyisiran sampai saat ini," katanya.
Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang Ikram Sangadji, ketika dikonfirmasi, mengaku belum mendapatkan informasi itu. Dia berjanji akan terjun langsung ke lokasi untuk memastikan hilangnya paus itu. "Kalau sudah hilang akan sulit dilacak. Kalau badannya sudah membusuk dan perutnya pecah, biasanya akan tenggelam sendiri," ujarnya. (Lihat videonya: Viral di media Sosial, Bocah di Bali Terjepit Kepalanya di Tiang Listrik)
Ikram mengungkapkan, paus itu sebenarnya dilaporkan pertama kali oleh warga pada Selasa pagi sekitar pukul 10.00 Wita. Namun, baru terdampar di pesisir pantai itu sekitar pukul 15.00 Wita. Menurut rencana, Rabu (22/7) pagi kemarin tim akan mengubur paus di dalam pasir seperti yang dilakukan saat temuan ikan besar sebelumnya. (Eman Suni)
(ysw)
Lihat Juga :