Dewan Sesalkan Jembatan Terancam Ambruk di Desa Ipuh Tak Jadi Prioritas
loading...

Wakil Ketua II DPRD Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng Bambang Suherman menyesalkan jembatan yang terancam ambruk di Desa Ipuh Bangun Jaya tidak masuk dalam program prioritas. iNews TV/Sigit
A
A
A
KOTAWARINGIN BARAT - Wakil Ketua II DPRD Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng Bambang Suherman menyesalkan jembatan yang terancam ambruk di Desa Ipuh Bangun Jaya, Kecamatan Kotawaringin Lama (Kolam) tidak masuk dalam program prioritas pemerintah daerah 2023.
Padahal menurutnya, jembatan penghubung ini sangat penting untuk menunjang akses transportasi masyarakat sekitar. Sebab jembatan ini dipergunakan warga menuju Puskesmas terdekat.
Badan jembatan kini dalam kondisi miring. Selain itu, oprit (timbunan) jebol akibat tergerus arus sungai. "Jembatan ini berada di Desa Ipuh Bangun Jaya. Ini miris dan sangat berbahaya bagi masyarakat yang berangkat berobat ke Puskesmas," ucap Bambang Suherman.
Ia menjelaskan, kerusakan jembatan penghubung tersebut dikarenakan dampak banjir tahun lalu. Selain itu, usia jembatan juga terbilang sudah uzur.
"Saya sudah lama menyampaikan ke pemerintah. Ini (jembatan) rusak akibat banjir. Harapan saya ini masuk dalam proyek prioritas Pemda.”
Ia menerangkan, seharusnya jembatan ini masuk dalam program rekonstruksi jembatan yang diusulkan Pemda ke BNPB, seperti halnya jembatan rusak di desa lainnya.
"Jembatan ini tidak masuk program. Sangat disayangkan. Mungkin di (anggaran) perubahan ini bisa direalisasikan. Kalo terjadi sesuatu nanti kita (Pemda) yang bisa dituntut," kata dia.
Untuk itu, ia berharap Pemda serius dalam pembenahan infrastruktur agar lebih merata di tiap-tiap kecamatan dan desa.
Padahal menurutnya, jembatan penghubung ini sangat penting untuk menunjang akses transportasi masyarakat sekitar. Sebab jembatan ini dipergunakan warga menuju Puskesmas terdekat.
Badan jembatan kini dalam kondisi miring. Selain itu, oprit (timbunan) jebol akibat tergerus arus sungai. "Jembatan ini berada di Desa Ipuh Bangun Jaya. Ini miris dan sangat berbahaya bagi masyarakat yang berangkat berobat ke Puskesmas," ucap Bambang Suherman.
Ia menjelaskan, kerusakan jembatan penghubung tersebut dikarenakan dampak banjir tahun lalu. Selain itu, usia jembatan juga terbilang sudah uzur.
"Saya sudah lama menyampaikan ke pemerintah. Ini (jembatan) rusak akibat banjir. Harapan saya ini masuk dalam proyek prioritas Pemda.”
Ia menerangkan, seharusnya jembatan ini masuk dalam program rekonstruksi jembatan yang diusulkan Pemda ke BNPB, seperti halnya jembatan rusak di desa lainnya.
"Jembatan ini tidak masuk program. Sangat disayangkan. Mungkin di (anggaran) perubahan ini bisa direalisasikan. Kalo terjadi sesuatu nanti kita (Pemda) yang bisa dituntut," kata dia.
Untuk itu, ia berharap Pemda serius dalam pembenahan infrastruktur agar lebih merata di tiap-tiap kecamatan dan desa.
(nag)
Lihat Juga :