Konvoi Brutal Pesilat di Sragen Keroyok Siswa SMK, Rampas Ponsel dan Rusak Kendaraan
Selasa, 09 Mei 2023 - 18:37 WIB
loading...
A
A
A
PMP saat itu dibonceng rekannya yakni Widi. Sedangkan Bambang dan Adian berboncengan. Namun sampai di simpang empat pasar Sukodono, mereka bertemu rombongan perguruan silat tersebut. Lantas empat orang yang kebetulan memakai kaos atribut SH Terate tersebut langsung dihadang.
“Saat berada di simpang 4 Pasar Sukodono, mereka bertemu rombongan pesilat IKS sekitar 70 orang. Kebetulan 3 dari 4 orang termasuk korban memakai atribut SH Terate. Melihat situasi cukup mengancam dua rekannya yang berboncengan yakni Bambang dan Adian langsung kabur meloloskan diri,” ujar PMP.
Baca juga: Ini Penampakan Rumah Mewah Irwan Hutagalung, Korban Mutilasi yang Jasadnya Dicor Semen
Sedangkan korban bersama Widi, 19, berada di belakang mobil. Saat itu, korban dibonceng tidak bisa bermanuver. Posisi semakin sulit karena dihadang rombongan.
Karena dihadang, spontan motor ngebut dan menabrak yang menghadang, sehingga motor jatuh. Lantas saat jatuh tersebut, Widi, memilih lari menyelamatkan diri.
Namun PMP tidak bisa kabur hingga akhirnya dikeroyok. Dia dipukuli beramai-ramai hingga mengalami luka di pelipis, punggung dan tangan. Selain itu ponsel miliknya juga dirampas oleh pelaku pengeroyokan. Tidak hanya itu, motor yang diboncengi korban juga dirusak.
”Handpone dirampas yang keroyok, jenisnya Iphone 11. Pengeroyokan itu berhenti setelah dilerai masyarakat di sekitar. Yang mengeroyok nggak tahu, saya diamankan ke Polsek Sukodono sendirian,” ujar siswa SMK kelas X ini.
Setelah itu, dia dijemput pihak keluarga. Kemudian menindaklanjuti dengan melapor ke Polres Sragen bersama ibunya. Dia berharap Pelaku pelaku pengeroyokan segera ditangkap. Hasil visum menunjukkan ada luka di pelipis kanan, luka punggung hingga berlubang, Memar di kaki.
Baca juga: Sadis saat Keroyok dan Bunuh Korban, 6 Pemuda Manado Layu di Hadapan Tim ROTR Charlie
“Saat berada di simpang 4 Pasar Sukodono, mereka bertemu rombongan pesilat IKS sekitar 70 orang. Kebetulan 3 dari 4 orang termasuk korban memakai atribut SH Terate. Melihat situasi cukup mengancam dua rekannya yang berboncengan yakni Bambang dan Adian langsung kabur meloloskan diri,” ujar PMP.
Baca juga: Ini Penampakan Rumah Mewah Irwan Hutagalung, Korban Mutilasi yang Jasadnya Dicor Semen
Sedangkan korban bersama Widi, 19, berada di belakang mobil. Saat itu, korban dibonceng tidak bisa bermanuver. Posisi semakin sulit karena dihadang rombongan.
Karena dihadang, spontan motor ngebut dan menabrak yang menghadang, sehingga motor jatuh. Lantas saat jatuh tersebut, Widi, memilih lari menyelamatkan diri.
Namun PMP tidak bisa kabur hingga akhirnya dikeroyok. Dia dipukuli beramai-ramai hingga mengalami luka di pelipis, punggung dan tangan. Selain itu ponsel miliknya juga dirampas oleh pelaku pengeroyokan. Tidak hanya itu, motor yang diboncengi korban juga dirusak.
”Handpone dirampas yang keroyok, jenisnya Iphone 11. Pengeroyokan itu berhenti setelah dilerai masyarakat di sekitar. Yang mengeroyok nggak tahu, saya diamankan ke Polsek Sukodono sendirian,” ujar siswa SMK kelas X ini.
Setelah itu, dia dijemput pihak keluarga. Kemudian menindaklanjuti dengan melapor ke Polres Sragen bersama ibunya. Dia berharap Pelaku pelaku pengeroyokan segera ditangkap. Hasil visum menunjukkan ada luka di pelipis kanan, luka punggung hingga berlubang, Memar di kaki.
Baca juga: Sadis saat Keroyok dan Bunuh Korban, 6 Pemuda Manado Layu di Hadapan Tim ROTR Charlie
Lihat Juga :