Keluhan Tak Pernah Ditanggapi Jasa Marga, Siswa di KBB Harus Terjang Banjir untuk Bersekolah
Sabtu, 06 Mei 2023 - 14:52 WIB
loading...
A
A
A
Setiap hujan deras, banjir selalu terjadi di jalan tersebut dan sudah bertahun-tahun. Sejak dirinya menjadi RW 04 dari tahun 2009-2016 belum ada lagi pembersihan drainase atau bak kontrol pembuangan air oleh pihak Jasa Marga. Sehingga diduga karena mampet dan terlalu kecilnya drainase di sana, membuat terjadi banjir dan memutuskan akses warga.
"Itu kan kewenangan dari pihak Jasa Marga selaku pengelola Jalan Tol Cipularang dan sudah dilaporkan. Warga di sini paling hanya bisa membersihkan dengan alat terbatas, tapi kalau hujan besar banjir pasti terjadi lagi," keluhnya.
Kepala Desa Margajaya, Kecamatan Ngamprah, KBB, Ahmad Saepudin menyebutkan, jalan itu milik Jasa Marga karena tahun 1982 sudah dibeli (dibebaskan) dari sebelumnya merupakan jalan desa. Saat ini kondisinya setiap kali hujan deras turun maka jalannya selalu banjir tergenang air hingga ketinggian bisa mencapai lebih dari setengah meter.
Sebab air limpasan dari dari arah RW 04 dan RW 05 masuk ke jalan gorong-gorong tersebut. Dikarenakan drainase yang tersumbat kotoran tidak mampu menampung debit air yang meningkat, akhirnya terjadi banjir dan surutnya juga lama. Atas kondisi itu, pihak desa sudah berulang kali melaporkan ke pihak Jasa Marga supaya ada upaya perbaikan agar tidak banjir.
"Sudah berulang kali kami bersurat ke Jasa Marga melaporkan banjir ini, namun sayangnya sampai sekarang tidak pernah ada tanggapan. Padahal masyarakat banyak yang dirugikan karena aktivitas dan mobilitas mereka terganggu," tegasnya.
"Itu kan kewenangan dari pihak Jasa Marga selaku pengelola Jalan Tol Cipularang dan sudah dilaporkan. Warga di sini paling hanya bisa membersihkan dengan alat terbatas, tapi kalau hujan besar banjir pasti terjadi lagi," keluhnya.
Kepala Desa Margajaya, Kecamatan Ngamprah, KBB, Ahmad Saepudin menyebutkan, jalan itu milik Jasa Marga karena tahun 1982 sudah dibeli (dibebaskan) dari sebelumnya merupakan jalan desa. Saat ini kondisinya setiap kali hujan deras turun maka jalannya selalu banjir tergenang air hingga ketinggian bisa mencapai lebih dari setengah meter.
Sebab air limpasan dari dari arah RW 04 dan RW 05 masuk ke jalan gorong-gorong tersebut. Dikarenakan drainase yang tersumbat kotoran tidak mampu menampung debit air yang meningkat, akhirnya terjadi banjir dan surutnya juga lama. Atas kondisi itu, pihak desa sudah berulang kali melaporkan ke pihak Jasa Marga supaya ada upaya perbaikan agar tidak banjir.
"Sudah berulang kali kami bersurat ke Jasa Marga melaporkan banjir ini, namun sayangnya sampai sekarang tidak pernah ada tanggapan. Padahal masyarakat banyak yang dirugikan karena aktivitas dan mobilitas mereka terganggu," tegasnya.
(msd)
Lihat Juga :