2 Anggota KKSB Pimpinan Egianus Kogoya Tewas Ditembak di Nduga Papua

loading...
2 Anggota KKSB Pimpinan Egianus Kogoya Tewas Ditembak di Nduga Papua
pertemuan antara Bupati Nduga selaku wakil keluarga bersama perwakilan Satgas Yonif PR 330, perwakilan Kodim dan Polsek Kenyam terkait tertembaknya 2 anggota KKSB. Foto/Ist
NDUGA - Satgas Yonif PR 330/TD menyatakan 2 anggota Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) pimpinan Egianus Kogoya yang telah malang melintang dengan sederet aksi kejam tewas ditembak di kawasan Kenyam, Nduga, Papua.

Hal ini terungkap saat pertemuan antara Bupati Nduga selaku wakil keluarga bersama perwakilan Satgas Yonif PR 330, perwakilan Kodim dan Polsek Kenyam terkait tertembaknya anggota KKSB di wilayah Kabupaten Nduga pada Minggu, 19 Juli 2020. (Baca juga: Pangdam XVII/Cenderawasih: Selamat Datang Paskhas TNI AU di Tanah Papua)

Kepala Penerangan (Kapen) Kogabwilhan 3, Kolonel Czi Gusti Nyoman mengatakan, pertemuan tersebut bertujuan untuk meluruskan berita tidak benar yang sudah beredar di lingkungan masyarakat yang seolah menyudutkan TNI.
(Baca juga: Pasar Central Youtefa Jayapura Papua Terbakar, Ratusan Los Ludes)

“Di mana sebelumnya telah beredar berita dari media online maupun media sosial yang menyebutkan bahwa TNI telah menembak dua warga sipil di wilayah Kabupaten Nduga. Padahal ternyata mereka korban adalah KKSB, bukan warga sipil yang tidak bersalah," kata Nyoman, Selasa (21/7/2020).



Dia menjelaskan, tewasnya 2 anggota KKSB tersebut pada Sabtu, 18 Juli 2020 sekitar pukul 15.00 WIT. Peristiwa terjadi saat Tim Satgas Pamtas Yonif PR 330/TD melakukan penghadangan terhadap 2 orang KKSB kelompok Egianus Kogoya di Kenyam.

Penghadangan tersebut dilakukan dengan menggunakan teropong senjata SPR 1 AW, di mana kedua target sedang melaksanakan transaksi penyerahan senjata jenis pistol. Kedua anggota KKSB tersebut sempat bergabung dengan sekelompok masyarakat yang akan menyeberang sungai dari arah Tawelma menuju ke arah Quari atas kampung Genit, kemudian menyeberang bersamaan dengan masyarakat.

"Setelah menyeberangi sungai masyarakat langsung dijemput oleh mobil pikap menuju Kenyam. Tetapi kedua orang KKSB tersebut tidak ikut naik mobil pikap," terangnya.



Tim menurutnya terus melakukan pemantauan terhadap keduanya hingga dilakukan penembakan yang berakhir dengan keduanya meninggal dunia. Saat dilakukan pemeriksaan, ditemukan barang bukti berupa senjata api pistol jenis revolver dengan nomor senjata S 896209 dan barang bukti lainnya.

“Barang bukti yang diamankan dari keduanya yakni satu pucuk pistol jenis revolver nomor senjata S 896209, handphone milik prajurit yang sempat dirampas pelaku sebulan yang lalu, tas dua buah, parang, kampak dan uang tunai Rp9.520.000” jelasnya.

Setelah menerima hasil pembuktian dan penjelasan dari perwakilan Satgas Yonif PR 330 mengenai korban penembakan yang merupakan bagian dari kelompok KKSB, Bupati Kabupaten Nduga mengatakan bahwa dirinya akan menjelaskan kepada masyarakat bahwa korban tersebut memang benar-benar bagian kelompok KKSB.

“Saya selaku Bupati yang mewakili masyarakat Kabupaten Nduga akan menjelaskan kepada masyarakat maupun keluarga korban bahwa yang tertembak itu merupakan bagian dari KKSB dan bukan warga sipil yang tidak bersalah,” ucap Bupati.

Bupati juga meminta maaf kepada anggota TNI yang bertugas, terkait isu dan berita tidak benar yang berkembang di lingkungan masyarakat. "Serta tuduhan bahwa TNI sudah menembak masyarakat yang tidak bersalah," tandasnya.
(shf)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top