Rapat Konsolidasi PDIP Solo Ricuh, Ketua Anak Ranting Diduga Dipukul
Senin, 20 Juli 2020 - 18:24 WIB
loading...
A
A
A
Terpisah, Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP Kecamatan Jebres, Honda Hendarto mengemukakan, dalam rapat koordinasi itu dirinya turut hadir bersama pengurus DPC PDIP, yakni Teguh Prakosa dan YF Sukasno. Kala itu, dirinya memberikan sambutan dan menjelaskan kepada pengurus, kader dan simpatisan yang hadir. “Pada waktu sambutan tidak terjadi apa apa,” ungkap Honda Hendarto.
Sambutan antara lain mengenai keputusan DPP PDIP tentang rekomendasi calon Wali Kota Solo. Sehingga sesuai instruksi, semuanya harus merapat satu barisan untuk memenangkan Gibran-Teguh. “Sambutannya Pak Teguh juga sama, harus tunduk taat menjalankan instruksi partai. Rapat kemudian kembali dipimpin oleh YF Sukasno.
Belum selesai YF Sukasno memberikan sambutan, AI melempar dus ke arah depan. “Entah yang dilempar saya atau Pak Kasno, saya tidak tahu,” ungkapnya. Dirinya kala itu langsung menunduk untuk menghindari lemparan. Ketika kembali ke posisi semula, sudah ramai dan ada kerumunan. “Ketika mau saya lerai, sudah dibawa ke luar oleh teman teman yang ada di kanan kirinya,” ucap Honda.
Dirinya tidak tahu mengetahui pemicu yang mengakibatkan melakukan pelemparan. Sebab sebelumnya, suasana rapat juga tenang. Honda Hendarto mengaku tidak melihat terkait pemukulan. Terkait kasus dugaan adanya pemukulan, tentunya akan diupayakan upaya penyelesaian secara kekeluargaan.
Ia juga membantah adanya pemecatan dalam rapat tersebut. Pihaknya tidak mempermasalahkan terkait sepak terjang AI yang sejak awal mendukung Gibran. “Kami tidak mempermasalahkan kok, banyak juga pengurus yang berbeda pada waktu itu,” tegasnya.
Sambutan antara lain mengenai keputusan DPP PDIP tentang rekomendasi calon Wali Kota Solo. Sehingga sesuai instruksi, semuanya harus merapat satu barisan untuk memenangkan Gibran-Teguh. “Sambutannya Pak Teguh juga sama, harus tunduk taat menjalankan instruksi partai. Rapat kemudian kembali dipimpin oleh YF Sukasno.
Belum selesai YF Sukasno memberikan sambutan, AI melempar dus ke arah depan. “Entah yang dilempar saya atau Pak Kasno, saya tidak tahu,” ungkapnya. Dirinya kala itu langsung menunduk untuk menghindari lemparan. Ketika kembali ke posisi semula, sudah ramai dan ada kerumunan. “Ketika mau saya lerai, sudah dibawa ke luar oleh teman teman yang ada di kanan kirinya,” ucap Honda.
Dirinya tidak tahu mengetahui pemicu yang mengakibatkan melakukan pelemparan. Sebab sebelumnya, suasana rapat juga tenang. Honda Hendarto mengaku tidak melihat terkait pemukulan. Terkait kasus dugaan adanya pemukulan, tentunya akan diupayakan upaya penyelesaian secara kekeluargaan.
Ia juga membantah adanya pemecatan dalam rapat tersebut. Pihaknya tidak mempermasalahkan terkait sepak terjang AI yang sejak awal mendukung Gibran. “Kami tidak mempermasalahkan kok, banyak juga pengurus yang berbeda pada waktu itu,” tegasnya.
(shf)
Lihat Juga :