Viral ! Buku Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2019 di Sidimpuan Sampai Ada 3
Senin, 20 Juli 2020 - 09:18 WIB
loading...
A
A
A
“Perbedaan buku yang 3 ini tidak cuma warna kulit sampul, - judul tulisan sampul, - jumlah lembaran halamannya 300an, 700an & 1.000an halaman, - isinya juga berbeda2, - jumlah angkanya berbeda2,” terangnya. (BACA JUGA: Sujud Syukur Dunia Islam Sambut Kemenangan Al-Fatih, Hagia Sophia Jadi Masjid)
Khoiruddin juga menyakinin, dampak penerbitan 3 buku pertanggungjawaban Pemkot Padangsidimpuan ini akan memakan korban. Mulai dari pemberi perintah, penanggung jawab anggaran, pengguna anggaran, yang membahas dan mengesahkan anggaran, yang membahas dan menerima pertangguungjawaban pelaksanaanya atau yang mengetuk palunya.
“Saya yakin bisa jadi ada yang korban nantinya. Apakah si;- pemberi perintah atau, - penanggungjawab anggaran atau, - pengguna anggaran atau, - yang membahas dan mengesahkan anggaran atau,, - yang membahas dan menerima pertanggungjawaban pelaksanaannya atau, - yang mengetuk palu nya. Kita tonton sajalah kedepan,” cuitnya .(BACA JUGA: Ibunya Banyak Utang, Han So Hee Minta Maaf)
Khoir juga mengenang kisah Kota Padangsidimpuan beberapa tahun lalu. Dimana, kejadian APBD Kota Padangsidimpuan dulu pernah ganda. Dimana lain yang dibahas di DPRD, dan lain yang diusulkan pengesahannya ke gubernur. Bahkan, dalam periode tersebut 8 orang menjadi penghuni hotel prodeo, dan diberhentikan dengan tidak hormat.
“Sejarah telah membuktikan bahwa dahulu APBD kota Padang Sidempuan pernah ganda, lain yang dibahas di DPRD & lain yang diusulkan pengesahannya ke gubernur. Akhirnya di periode itu ada 8 orang yang masuk "hotel prodeo" bahkan yang lebih menyakitkan harus diberhentikan dengan tidak hormat dari status ASN nya. Belum lagi korban moril atau perasaan. Mereka adalah korban dari penguasa. Sesungguhnya sejarah itu adalah pelajaran yang sangat berharga. Sebaik2 nasehat adalah saling mengingatkan untuk kebaikan,” tutupnya.
Khoiruddin juga menyakinin, dampak penerbitan 3 buku pertanggungjawaban Pemkot Padangsidimpuan ini akan memakan korban. Mulai dari pemberi perintah, penanggung jawab anggaran, pengguna anggaran, yang membahas dan mengesahkan anggaran, yang membahas dan menerima pertangguungjawaban pelaksanaanya atau yang mengetuk palunya.
“Saya yakin bisa jadi ada yang korban nantinya. Apakah si;- pemberi perintah atau, - penanggungjawab anggaran atau, - pengguna anggaran atau, - yang membahas dan mengesahkan anggaran atau,, - yang membahas dan menerima pertanggungjawaban pelaksanaannya atau, - yang mengetuk palu nya. Kita tonton sajalah kedepan,” cuitnya .(BACA JUGA: Ibunya Banyak Utang, Han So Hee Minta Maaf)
Khoir juga mengenang kisah Kota Padangsidimpuan beberapa tahun lalu. Dimana, kejadian APBD Kota Padangsidimpuan dulu pernah ganda. Dimana lain yang dibahas di DPRD, dan lain yang diusulkan pengesahannya ke gubernur. Bahkan, dalam periode tersebut 8 orang menjadi penghuni hotel prodeo, dan diberhentikan dengan tidak hormat.
“Sejarah telah membuktikan bahwa dahulu APBD kota Padang Sidempuan pernah ganda, lain yang dibahas di DPRD & lain yang diusulkan pengesahannya ke gubernur. Akhirnya di periode itu ada 8 orang yang masuk "hotel prodeo" bahkan yang lebih menyakitkan harus diberhentikan dengan tidak hormat dari status ASN nya. Belum lagi korban moril atau perasaan. Mereka adalah korban dari penguasa. Sesungguhnya sejarah itu adalah pelajaran yang sangat berharga. Sebaik2 nasehat adalah saling mengingatkan untuk kebaikan,” tutupnya.
(vit)
Lihat Juga :