Kisah Ki Ageng Pamanahan Membangun Tanah Mataram Menjadi Kerajaan Besar

Kamis, 06 April 2023 - 05:38 WIB
loading...
Kisah Ki Ageng Pamanahan...
Perintis Kerajaan Mataram adalah Ki Ageng Pamanahan. Dia merupakan ayah dari Panembahan Senopati yang merupakan pendiri Kerajaan Mataram. Foto/Ilustrasi/Ist
A A A
Ki Ageng Pamanahan terkenal sebagai perintis Kerajaan Mataram. Sosoknya merupakan ayah dari Panembahan Senopati yang merupakan pendiri Kerajaan Mataram.

Tanah Mataram yang menjadi cikal bakal berdirinya Kerajaan Mataram merupakan pemberian usai Ki Ageng Pamanahan berhasil menaklukkan Arya Penangsang dari Kerajaan Jipang.

Baca juga: Misteri Kematian Panembahan Hanyakrawati, Pewaris Tahta Kerajaan Mataram

Ki Ageng Pamanahan sendiri konon awalnya bernama Ki Pamanahan, namun ketika ia diberi tanah Mataram ia mengganti namanya. Sang perintis Mataram itu melakukan tapa di kawasan tanah Mataram.

Konon Ki Ageng Pamanahan mengetahui apa yang pernah diramalkan oleh Sunan Giri, yakni bahwa kelak di Mataram akan muncul raja-raja besar yang berkuasa atas seluruh tanah Jawa, sebagaimana dikutip dari "Puncak Kekuasaan Mataram : Politik Ekspansi Sultan Agung", dari De Graaf.

Ki Ageng Pamanahan berharap bahwa keturunannyalah yang akan menjadi raja-raja itu.

Serat Kandha menggambarkan tindakan pertama yang dilakukan oleh Ki Ageng Pamanahan setibanya di Mataram. Ki Pamanahan memanggil 800 pengikutnya itu, dan memberitahukan kepada mereka perihal piagam dari raja.

Baca juga: Ini Ramalan Ranggawarsita mengenai Pemimpin Indonesia, dari Bung Karno hingga yang Paling Ditunggu

Karena itu, para pengikutnya mengakui Pamanahan sebagai gusti mereka. Pada suatu hari yang telah ditentukan, atas perintah Pamanahan, penduduk mulai membersihkan hutan dan membangun sebuah dalem.

Jalan-jalan ditanami dengan pohon buah-buahan. Pembangunan ini berlangsung pada 1591.

Tetapi yang mencolok disini dari catatan De Graaf adalah adanya piagam raja dan pengakuan dari rakyat, yang tidak terdapat dalam Babad Tanah Djawi. Disebutkan bahwa Jawa kadang-kadang lebih demokratis daripada apa yang tampak. Hal ini memunculkan tafsiran apakah karena pengaruh luar negeri di sini.

Kisah lain konon Ki Gede Pamanahan pernah mengumpulkan segerombolan penjahat dan pencuri yang melakukan pencurian dan perampokan. Tak hanya itu ia mengumpulkan rakyatnya untuk digunakan merebut daerah Mataram dan menyebut dirinya Kiai Gede Mataram.

Karena nasib mujur, ia mendapatkan banyak pengikut serta kekuasaan yang tidak kurang besarnya, sehingga dalam waktu singkat dapat merebut tempat-tempat di sekitarnya, dan dengan kekerasan menaklukkan daerah-daerah Jipang, Panaraga, Canbang, dan Coerij (atau Coenij)."

Begitu damai tampaknya berita dari kronik-kronik resmi, sebaliknya begitu banyak kekerasan yang termuat dalam berita-berita dari Cirebon. Mengenai pendirian keraton tidak ada sepatah kata pun; tetapi banyak dikisahkan ekspedisi-ekspedisi ke daerah-daerah yang ketika itu belum dibayangkan orang Mataram.

Canbang dan Coerij (Coenij) mungkin salah penulisan terhadap kata Kembang Kuning, seperti nama berbagai desa, sehingga tiada pegangan yang cukup kuat bagi kita. Rupanya, terjadi percampurbauran antara sejumlah penaklukan yang lama dan yang kemudian, oleh raja-raja Mataram.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sejarah Kerajaan-Kerajaan...
Sejarah Kerajaan-Kerajaan Islam dan Peninggalannya di Nusantara
Ramalan Jayabaya Soal...
Ramalan Jayabaya Soal Teknologi Satu Persatu Terbukti Menjadi Kenyataan
Mengenal 7 Warisan Budaya...
Mengenal 7 Warisan Budaya dari Kerajaan Islam di Indonesia
Rekomendasi
Sarwendah Akhirnya Buka...
Sarwendah Akhirnya Buka Suara, Tegas Bantah Halangi Ruben Onsu Bertemu Anak
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Lahirkan Calon Juara...
Lahirkan Calon Juara Dunia, PB Pertacami Fokuskan Atlet MMA Ikut 4 Kompetisi Bergengsi
Berita Terkini
Pemerintah Paksa Daerah...
Pemerintah Paksa Daerah Hentikan Open Dumping Sampah dengan Skema Stick and Carrot
Data BNPB: Karhutla...
Data BNPB: Karhutla di 2 Provinsi Hanguskan 8,3 Hektare Lahan
Hore! Stasiun KRL JIS...
Hore! Stasiun KRL JIS Diresmikan Besok
BMKG Deteksi Siklon...
BMKG Deteksi Siklon Tropis Mekkhala, Ingatkan Potensi Hujan Lebat
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ini 11 Museum dan 9 Kolam Renang yang Digratiskan selama 3 Hari
Kunjungi IKN, Ketum...
Kunjungi IKN, Ketum Garuda Jajaki Peluang Usaha untuk UMKM
Infografis
El Clasico di Tanah...
El Clasico di Tanah Borneo: Misi Persija Putus Dominasi Persib
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved