Disdik Siapkan Skema Khusus KBM di Sekolah
Senin, 20 Juli 2020 - 08:09 WIB
loading...
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Ted Y. Mokay
A
A
A
SENTANI - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Ted Y. Mokay mengaku Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura sudah menyiapkan skema baru bagi siswa-siswi SMP SD dan TK Paud ketika pemerintah kedepannya kembali mengijinkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di kelas. Skema baru yang dirancang oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura itu berupa kegiatan belajar mengajar menggunakan sistem shift.
"Kami sudah menyiapkan skema baru manakala pemerintah bagi mengijinkan kegiatan belajar mengajar ini dilaksanakan di sekolah," kata Ted Y. Mokay, Sabtu (18/7/2020).
Dia mengaku penerapan kegiatan belajar mengajar di sekolah memang ekstra hati-hati. Karena anak-anak ini cukup sulit untuk diarahkan terkait dengan penerapan protokol kesehatan. Karena alatnya pergaulan antara anak di sekolah bisa lebih memudahkan penyebaran covid-19 ini lebih cepat.
"Karena itu sekolah-sekolah ini kita juga mengikuti anjuran dari dinas pendidikan provinsi kita diberikan edaran untuk SMP itu sampai dengan 31 Juli tetap dirumah dan nanti kita dari dinas juga ikuti perkembangan dan arahan dari gugus tugas Kabupaten mengenai Apakah anak-anak ini selanjutnya bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah,"kata Ted Y. Mokay.
Sehubungan dengan penerapan kegiatan belajar mengajar apabila diizinkan dilaksanakan di sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura juga sudah menyiapkan skema, misalnya untuk satu kelas siswa SMP daya tampung itu sebanyak 32 siswa. Namun selama pandemi covid 19 ini dibagi menjadi dua shift. Satu shift pagi Kemudian satu shift lagi dilaksanakan siang hari. Kemudian jam pelajaran di kelas juga dikurangi dari 40 menit Menjadi 30 menit 1 mata pelajaran.
"Kami sudah menyiapkan skema baru manakala pemerintah bagi mengijinkan kegiatan belajar mengajar ini dilaksanakan di sekolah," kata Ted Y. Mokay, Sabtu (18/7/2020).
Dia mengaku penerapan kegiatan belajar mengajar di sekolah memang ekstra hati-hati. Karena anak-anak ini cukup sulit untuk diarahkan terkait dengan penerapan protokol kesehatan. Karena alatnya pergaulan antara anak di sekolah bisa lebih memudahkan penyebaran covid-19 ini lebih cepat.
"Karena itu sekolah-sekolah ini kita juga mengikuti anjuran dari dinas pendidikan provinsi kita diberikan edaran untuk SMP itu sampai dengan 31 Juli tetap dirumah dan nanti kita dari dinas juga ikuti perkembangan dan arahan dari gugus tugas Kabupaten mengenai Apakah anak-anak ini selanjutnya bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah,"kata Ted Y. Mokay.
Sehubungan dengan penerapan kegiatan belajar mengajar apabila diizinkan dilaksanakan di sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura juga sudah menyiapkan skema, misalnya untuk satu kelas siswa SMP daya tampung itu sebanyak 32 siswa. Namun selama pandemi covid 19 ini dibagi menjadi dua shift. Satu shift pagi Kemudian satu shift lagi dilaksanakan siang hari. Kemudian jam pelajaran di kelas juga dikurangi dari 40 menit Menjadi 30 menit 1 mata pelajaran.
Lihat Juga :