Ingin Meraup Untung Besar lewat Bisnis Petasan, Harapan Nur Wahidun Pupus di Balik Jeruji
Rabu, 05 April 2023 - 12:15 WIB
loading...
Nur Wahidun (43), penjual bahan petasan di Magelang telah ditangkap polisi. Keinginannya meraup untung besar menjelang Lebaran Idul Fitri 1444 H kini pupus karena harus mendekam di balik jeruji besi. Foto SINDOnews
A
A
A
SEMARANG - Nur Wahidun (43), penjual bahan petasan di Magelang telah ditangkap polisi. Keinginannya meraup untung besar menjelang Lebaran Idul Fitri 1444 H kini pupus karena harus mendekam di balik jeruji besi.
Pria yang sehari-hari berprofesi tukang bangunan itu sempat berharap mendapatkan untung besar setelah kulakan 15 kilogram bahan petasan melalui pasar online. Baca juga: Gagalkan Tawuran, Polisi Ringkus 8 Remaja Bersenjata Celurit di Bekasi
"Saya beli obat petasan melalui online. Kan banyak di internet. Saya beli 15 kilogram," ujar Wahidun, Rabu (5/4/2023).
Setelah obat petasan tiba dia langsung meracik dengan berbagai ukuran. Dia juga mengaku tak kebingungan memasarkan petasan hasil racikan karena sudah banyak permintaan dari warga sekitar tempat tinggalnya.
Selain untuk diracik sendiri, dia juga menjual bahan petasan kepada pelanggan. Di antaranya adalah Mufid rekan sesama tukang bangunan warga Dusun Junjungan, Desa Giriwarno, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang.
Dia menjual bahan baku petasan seberat 7,5 kg ke Mufid. Tak disangka Mufid tewas seketika saat meracik petasan pada 26 Maret malam. Ledakan keras itu juga mengakibatkan tiga orang lainnya terluka dan 11 rumah rusak.
"Kalau pasar ya di desa-desa banyak yang minta. Untuk ukuran petasan yang saya bikin paling banyak yang kecil-kecil," lugasnya seraya menunjukkan jari-jarinya sebagai bentuk ukuran petasan.
Pria yang sehari-hari berprofesi tukang bangunan itu sempat berharap mendapatkan untung besar setelah kulakan 15 kilogram bahan petasan melalui pasar online. Baca juga: Gagalkan Tawuran, Polisi Ringkus 8 Remaja Bersenjata Celurit di Bekasi
"Saya beli obat petasan melalui online. Kan banyak di internet. Saya beli 15 kilogram," ujar Wahidun, Rabu (5/4/2023).
Setelah obat petasan tiba dia langsung meracik dengan berbagai ukuran. Dia juga mengaku tak kebingungan memasarkan petasan hasil racikan karena sudah banyak permintaan dari warga sekitar tempat tinggalnya.
Selain untuk diracik sendiri, dia juga menjual bahan petasan kepada pelanggan. Di antaranya adalah Mufid rekan sesama tukang bangunan warga Dusun Junjungan, Desa Giriwarno, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang.
Dia menjual bahan baku petasan seberat 7,5 kg ke Mufid. Tak disangka Mufid tewas seketika saat meracik petasan pada 26 Maret malam. Ledakan keras itu juga mengakibatkan tiga orang lainnya terluka dan 11 rumah rusak.
"Kalau pasar ya di desa-desa banyak yang minta. Untuk ukuran petasan yang saya bikin paling banyak yang kecil-kecil," lugasnya seraya menunjukkan jari-jarinya sebagai bentuk ukuran petasan.
Lihat Juga :