Polines Ciptakan Robot Ater-Ater Pengganti Suster Layani Pasien COVID-19
Minggu, 19 Juli 2020 - 20:44 WIB
loading...
A
A
A
Selain bisa mengantar makanan, obat-obatan, dan kebutuhan pasien, robot RAMA juga dilengkapi dengan tab yang bisa digunakan untuk komunikasi. Jadi, pasien dapat video call dengan perawat atau dokter melalui layar tab yang menempel di robot itu.
"Kalau melihat bentuk dan fungsinya, ini sebenarnya nama yang paling pas adalah robot ater-ater (tukang antar)," kata Ganjar.
Pihaknya mengapresiasi inovasi robot yang diciptakan Polines itu. Dengan robot tersebut, maka pasien covid-19 dapat dilayani dengan baik tanpa ada sentuhan langsung dengan tenaga medis lainnya.
"Ini bagus. Kelebihannya menggantikan perawat sehingga tidak bersentuhan langsung (dengan pasien penyakit menular), sehingga melindungi tenaga medis kita. Ini juga bisa mengurangi penggunaan APD," ujar Gubernur.
Secara keseluruhan, robot pengganti tenaga medis itu sudah bisa diaplikasikan. Namun, perlu terus dikembangkan agar lebih optimal.
"Seperti kakinya harus diperbaiki agar bisa menaiki tangga atau jalan yang terjal, juga bisa ditambah sensor atau alat untuk membuka pintu kamar pasien. Kalau itu bisa, tentu sangat bermanfaat untuk penanganan pasien, tidak hanya covid-19, tapi bisa untuk penyakit menular lainnya," pungkas Ganjar.
"Kalau melihat bentuk dan fungsinya, ini sebenarnya nama yang paling pas adalah robot ater-ater (tukang antar)," kata Ganjar.
Pihaknya mengapresiasi inovasi robot yang diciptakan Polines itu. Dengan robot tersebut, maka pasien covid-19 dapat dilayani dengan baik tanpa ada sentuhan langsung dengan tenaga medis lainnya.
"Ini bagus. Kelebihannya menggantikan perawat sehingga tidak bersentuhan langsung (dengan pasien penyakit menular), sehingga melindungi tenaga medis kita. Ini juga bisa mengurangi penggunaan APD," ujar Gubernur.
Secara keseluruhan, robot pengganti tenaga medis itu sudah bisa diaplikasikan. Namun, perlu terus dikembangkan agar lebih optimal.
"Seperti kakinya harus diperbaiki agar bisa menaiki tangga atau jalan yang terjal, juga bisa ditambah sensor atau alat untuk membuka pintu kamar pasien. Kalau itu bisa, tentu sangat bermanfaat untuk penanganan pasien, tidak hanya covid-19, tapi bisa untuk penyakit menular lainnya," pungkas Ganjar.
Lihat Juga :