Cegah Tawuran saat Ramadan, Anggota DPRD DKI Kenneth: Sediakan Wadah Kreativitas
Jum'at, 31 Maret 2023 - 22:32 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Perang Sarung Marak Memasuki Ramadan, 15 Remaja Diamankan di Jagakarsa
Menurut pria yang karib disapa Bang Kent, dalam menangani masalah tawuran remaja bukan hanya tugas polisi, akan tetapi perangkat daerah setempat tetap mempunyai kewajiban dan tanggung jawab dalam melakukan pembinaan kepada remaja.
"Perangkat daerah yang harus berperan aktif untuk menanggulangi permasalahan ini. Buat program yang inovatif, libatkan juga RT/RW dan Karang Taruna dalam membuat suatu program yang bisa menjadi suatu wadah untuk memperkuat silahturahmi antarwilayah RT ataupun RW supaya bisa membuat suatu pemahaman yang kuat secara rasional maupun religius terkait bahaya dan risiko tawuran itu sendiri," beber Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta itu.
Selain itu, kata Kent, perangkat daerah harus bisa berperan aktif bagi remaja-remaja ini agar bisa lebih memahami, karakter bangsa yang sesungguhnya dibandingkan harus tawuran menggunakan sarung, lebih-lebih menggunakan senjata tajam.
"Perangkat daerah juga harus bisa berperan aktif dalam memberikan semangat kepada remaja ini, seperti melakukan kegiatan bakti sosial anta kampung, mengedepankan musyawarah untuk mufakat dalam melakukan suatu tindakan. Berikan wadah kepada mereka agar bisa berpikir kritis dan kreatif, karena kondisi kejiwaan emosi anak remaja masih labil," katanya.
"Harus dimulai sejak dini karena mereka adalah generasi penerus bangsa, jangan sampai salah jalan. Tawuran itu merupakan salah satu gangguan kejiwaan yang sangat merusak, yang ditandai dengan perilaku antisosial agresif yang parah," lanjut Ketua Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas PPRA Angkatan LXII itu.
Menurut pria yang karib disapa Bang Kent, dalam menangani masalah tawuran remaja bukan hanya tugas polisi, akan tetapi perangkat daerah setempat tetap mempunyai kewajiban dan tanggung jawab dalam melakukan pembinaan kepada remaja.
"Perangkat daerah yang harus berperan aktif untuk menanggulangi permasalahan ini. Buat program yang inovatif, libatkan juga RT/RW dan Karang Taruna dalam membuat suatu program yang bisa menjadi suatu wadah untuk memperkuat silahturahmi antarwilayah RT ataupun RW supaya bisa membuat suatu pemahaman yang kuat secara rasional maupun religius terkait bahaya dan risiko tawuran itu sendiri," beber Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta itu.
Selain itu, kata Kent, perangkat daerah harus bisa berperan aktif bagi remaja-remaja ini agar bisa lebih memahami, karakter bangsa yang sesungguhnya dibandingkan harus tawuran menggunakan sarung, lebih-lebih menggunakan senjata tajam.
"Perangkat daerah juga harus bisa berperan aktif dalam memberikan semangat kepada remaja ini, seperti melakukan kegiatan bakti sosial anta kampung, mengedepankan musyawarah untuk mufakat dalam melakukan suatu tindakan. Berikan wadah kepada mereka agar bisa berpikir kritis dan kreatif, karena kondisi kejiwaan emosi anak remaja masih labil," katanya.
"Harus dimulai sejak dini karena mereka adalah generasi penerus bangsa, jangan sampai salah jalan. Tawuran itu merupakan salah satu gangguan kejiwaan yang sangat merusak, yang ditandai dengan perilaku antisosial agresif yang parah," lanjut Ketua Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas PPRA Angkatan LXII itu.
Lihat Juga :