Masjid di Malang Gunakan Tenaga Matahari untuk Kebutuhan Listrik
Rabu, 29 Maret 2023 - 09:57 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya, energi listrik itu dialirkan ke alat bernama inverter yang berfungsi menghasilkan daya yang dapat dikonsumsi oleh beban - beban listrik yang ada. Dari solar inverter inilah energi listrik DC dari panel-panel surya menjadi AC untuk menyuplai ke arah beban peralatan listrik.
Ketua Takmir Masjid KH. Ahmad Dahlan Sugiyanto mengungkapkan, pemasangan PLTS dengan empat panel surya sebenarnya telah dilakukan sejak 2021 lalu, tepatnya bukan Agustus 2021. Pembangunan PLTS atau panel surya ini sendiri dilakukan oleh dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Novendra Setiawan sebagai bentuk pengabdian. Prosesnya pun diakui cepat hanya memakan empat hari sudah dapat difungsikan untuk penambah daya listrik di masjid.
"Jadi kampus dan dosennya ini mempunyai program pemberdayaan masyarakat, makanya ketika ditawarkan mau dibantu apa, kalau bangunan Insya Allah masjidnya sudah layak, makanya akhirnya dibuatkan PLTS di Agustus 2021 itu," ucap Sugiyanto, ditemui MPI, Rabu (29/3/2023).
Kini penggunaan panel surya di Masjid KH. Ahmad Dahlan disebut Sugiyanto telah memasuki lebih dari dua tahun. Selama dua tahun itu pula penggunaan sumber energi terbarukan ini cukup bermanfaat bagi suplai dan penghematan energi. Bahkan selama dua tahun lebih penggunaan peralatan ini tetap awet dan tak pernah mengalami kerusakan.
"Memang awet, kami belum pernah nyervis, paling yang dibersihkan baterainya itu saja. Kalau musim hujan pun nggak ada masalah, mendung pun baterainya masih bisa ngisi untuk daya listrik," ucapnya.
Namun diakui Sugiyanto perangkat PLTS ini memerlukan biaya yang besar terutama di pemasangan awalnya. Satu perangkat tenaga surya lengkap setidaknya membutuhkan biaya Rp 20 juta. "Yang paling mahal itu di baterainya harganya Rp 5 juta sendiri, baterainya buatan India, ada tulisannya Made in India," tuturnya.
Ketua Takmir Masjid KH. Ahmad Dahlan Sugiyanto mengungkapkan, pemasangan PLTS dengan empat panel surya sebenarnya telah dilakukan sejak 2021 lalu, tepatnya bukan Agustus 2021. Pembangunan PLTS atau panel surya ini sendiri dilakukan oleh dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Novendra Setiawan sebagai bentuk pengabdian. Prosesnya pun diakui cepat hanya memakan empat hari sudah dapat difungsikan untuk penambah daya listrik di masjid.
"Jadi kampus dan dosennya ini mempunyai program pemberdayaan masyarakat, makanya ketika ditawarkan mau dibantu apa, kalau bangunan Insya Allah masjidnya sudah layak, makanya akhirnya dibuatkan PLTS di Agustus 2021 itu," ucap Sugiyanto, ditemui MPI, Rabu (29/3/2023).
Kini penggunaan panel surya di Masjid KH. Ahmad Dahlan disebut Sugiyanto telah memasuki lebih dari dua tahun. Selama dua tahun itu pula penggunaan sumber energi terbarukan ini cukup bermanfaat bagi suplai dan penghematan energi. Bahkan selama dua tahun lebih penggunaan peralatan ini tetap awet dan tak pernah mengalami kerusakan.
"Memang awet, kami belum pernah nyervis, paling yang dibersihkan baterainya itu saja. Kalau musim hujan pun nggak ada masalah, mendung pun baterainya masih bisa ngisi untuk daya listrik," ucapnya.
Namun diakui Sugiyanto perangkat PLTS ini memerlukan biaya yang besar terutama di pemasangan awalnya. Satu perangkat tenaga surya lengkap setidaknya membutuhkan biaya Rp 20 juta. "Yang paling mahal itu di baterainya harganya Rp 5 juta sendiri, baterainya buatan India, ada tulisannya Made in India," tuturnya.
Lihat Juga :