Laut Natuna Dibanjiri Kapal Lengkong dan Cantrang, Ketua Nelayan: Pasti Akan Terjadi Pembakaran!

Selasa, 28 Maret 2023 - 16:08 WIB
loading...
Laut Natuna Dibanjiri...
Sebanyak 52 kapal pukat lengkong dari luar daerah memenuhi perairan Laut Subi, Natuna. Ironisnya, kapal-kapal tersebut sering menangkap ikan di bibir pantai. Foto/iNews TV/Alfie Al Rasyid
A A A
NATUNA - Sebanyak 52 kapal pukat lengkong memenuhi perairan Laut Subi, Kabupaten Natuna, Kepulauan. Ironisnya, kapal-kapal berkapasitas di atas 30 Gross Tonage (GT) tersebut sering menangkap ikan di bawah 4 mil laut dari bibir pantai.

Ketua Aliansi Nelayan Natuna, Henri mengatakan, nelayan Natuna sempat mendatangi kapal pukat lengkong tersebut. Pasalnya kapal yang berasal dari Tanjung Balai itu seharusnya beroperasi di atas 12 mil laut.

Baca juga: Nelayan Minta Pengamanan Laut Natuna Utara Diperkuat

"Ada sekitar 52 kapal lengkong dan berada di lokasi yang sama, di bawah 4 mil. Awalnya masih kita tegur," ujar Henri, Selasa (28/03/2023).

Menurutnya, tidak hanya kapal pukat lengkong namun juga ada kapal cantrang yang sering menangkap ikan di bawah 30 mil laut. Hal tersebut membuat hasil tangkapan ikan nelayan Natuna turun.

"Mereka seharusnya di atas 30 mil laut. Ini buat nelayan Natuna resah karena hasil tangkapan berkurang, rumpun dirusak, mau cari umpan juga tidak bisa lagi karena sudah habis oleh kapal tersebut," katanya.

Henri menjelaskan, permasalahan ini sering terjadi di perairan Laut Subi dan Laut Natuna lainnya. Selain itu juga sudah dilaporkan ke Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), TNI AL, atau pun Polairud tapi tidak ada tindakan hingga kini.

Baca juga: Bakamla Usir Kapal Coast Guard China di Laut Natuna Utara

Nantinya, nelayan Natuna dipastikan akan membakar kapal-kapal yang berukuran di atas 30 GT tersebut jika masih beroperasi di zona yang tidak sesuai aturan. Hal ini juga disebabkan tidak adanya tindakan dari pihak aparat berwenang.

"Kalau terjadi lagi, ke depan pasti akan terjadi pembakaran. Kalau mereka melanggar, harusnya disanksi dan ini tidak. Terkesan pembiaran," ungkapnya.

Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda mengatakan, permasalahan yang dihadapi oleh para Nelayan Natuna sudah disampaikan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Oleh karena itu, KKP diminta bertanggung jawab serta mengawasi keberadaan kapal pukat lengkong dan cantrang di Laut Natuna.

"Kita minta tanggung jawab KKP yang memberikan izin itu untuk mengawasi," katanya.

Menurutnya, meski pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan di laut tetapi pihaknya tetap menentang penggunaan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan di Natuna.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Natuna juga berkepentingan dalam menjaga dan membela nelayan yang menggantungkan hidup dari laut.

Kehadiran kapal-kapal yang berkapasitas di atas 30 GT itu juga membuat risau Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna. Lantaran para nelayan Natuna dikhawatirkan akan melakukan hal yang tidak diinginkan atau terjadi bentrokan.

"Kita sudah risau. Jangan sampai terjadi bentrokan dari nelayan. KKP harus maksimalkan pengawasan terkait masalah ini," kata Rodhial Huda.

Selain itu, aparat terkait juga diminta untuk memperkuat dan memperketat pengawasan terhadap kapal yang melakukan penangkapan pada wilayah di bawah 30 mil. Pasalnya daerah itu merupakan kawasan untuk nelayan tradisional setempat.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bantu Aktivitas Ekonomi...
Bantu Aktivitas Ekonomi Nelayan, Wilmar Serahkan Peralatan Tangkap Ikan
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Dukung Nelayan Lebih...
Dukung Nelayan Lebih Aman Melaut, Askrindo Gandeng DKP Kabupaten Demak
BMKG Ingatkan Potensi...
BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi hingga 13 Mei 2026
Ingin Nelayan Sejahtera,...
Ingin Nelayan Sejahtera, Prabowo: Bukan Kapal Asing yang Ambil Ikan di Laut Kita
Prabowo Tinjau Kampung...
Prabowo Tinjau Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo: Saya Ingin Nelayan Sejahtera!
Prabowo Pakai Peci Karanji...
Prabowo Pakai Peci Karanji Hadiri Pekan Petani dan Nelayan di Gorontalo
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Gorontalo, Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII
BRI Salurkan KUR Rp65,95...
BRI Salurkan KUR Rp65,95 Triliun, Jangkau 558.000 Petani dan 23.000 Nelayan
Rekomendasi
Ketum PB WI Airlangga...
Ketum PB WI Airlangga Hartarto: Pendanaan Pelatnas Jangka Panjang Kunci Ciptakan Generasi Juara
Carlos Ghosn Klaim Cuma...
Carlos Ghosn Klaim Cuma Dirinya yang Bisa Memperbaiki Nissan
KPK Berharap Tindakan...
KPK Berharap Tindakan Medis terhadap Gus Yaqut Segera Dilakukan
Berita Terkini
Perbarui IPKP PPKP Daruba,...
Perbarui IPKP PPKP Daruba, BNPP Soroti Transportasi hingga Infrastruktur Morotai
Kunjungi Lampung Tengah,...
Kunjungi Lampung Tengah, Jokowi Jajan Es Kopi dan Keripik Pisang di Sentra UMKM
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda, Ini Tanggapan Kuasa Hukum Tersangka
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
Mahasiswa Gelar Solidarity...
Mahasiswa Gelar Solidarity Campaign di Area CFD Sudirman-MH Thamrin, Buka Percakapan dengan Rakyat
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved