Dibangun di Tengah Kecamuk Perang Diponegoro, Masjid Damarjati Salatiga Jadi Persinggahan Musafir
Sabtu, 25 Maret 2023 - 11:28 WIB
loading...
A
A
A
Berbuaka puasa di masjid tua tersebut, ternyata sudah menjadi tradisi turun-temurun yang sudah berlangsung sejak lama. Sekarang tradisi tersebut tetap dilestarikan, dan menjadi bagian dari kegiatan Masjid Damarjati.
Adapun takjil yang disajikan, merupakan sedekah dari warga yang dilakukan secara bergiliran. "Tradisi ini sudan turun-temurun. Mungkin sejak masjid ini didirikan tradisi ini sudah ada," kata Basuki, warga sekitar Masjid Damarjati.
Baca juga: Viral Video Pamer Kekayaan, Pj Bupati Bombana Sebut Hanya Pakai Barang Palsu
Berdasarkan cacatan sejarah, Masjid Damarjati didirikan oleh Kiai Ronosetiko, dan Kiai Sirojudin yang diyakini merupakan orang dari Kejaraan Mataram. Masjid Damarjati dibangun di tengah kecamuk perang Jawa, saat Pangeran Diponegoro harus menghadapi pemerintah kolonial Belanda.
Dari kisah yang berkembang di masyarakat, pembangunan masjid ini merupakan bagian dari strategi Kiai Ronosetiko, dan Kiai Sirojudin, untuk mengalahkan Belanda sekaligus melakukan syiar Islam di Salatiga.
"Berdasarkan cerita yang dikisahkan sejumlah orang tua dulu, Kiai Ronosetiko, dan Kiai Sirojudin adalah panglima perang Laskar Diponegoro. Namun beliau memilih melakukan perlawanan dengan cara gerilya," kata Yahya, warga Krajan.
Baca juga: Kehabisan Uang dan Bentak Pecalang saat Nyepi, Pasangan Bule Polandia Dideportasi
Adapun takjil yang disajikan, merupakan sedekah dari warga yang dilakukan secara bergiliran. "Tradisi ini sudan turun-temurun. Mungkin sejak masjid ini didirikan tradisi ini sudah ada," kata Basuki, warga sekitar Masjid Damarjati.
Baca juga: Viral Video Pamer Kekayaan, Pj Bupati Bombana Sebut Hanya Pakai Barang Palsu
Berdasarkan cacatan sejarah, Masjid Damarjati didirikan oleh Kiai Ronosetiko, dan Kiai Sirojudin yang diyakini merupakan orang dari Kejaraan Mataram. Masjid Damarjati dibangun di tengah kecamuk perang Jawa, saat Pangeran Diponegoro harus menghadapi pemerintah kolonial Belanda.
Dari kisah yang berkembang di masyarakat, pembangunan masjid ini merupakan bagian dari strategi Kiai Ronosetiko, dan Kiai Sirojudin, untuk mengalahkan Belanda sekaligus melakukan syiar Islam di Salatiga.
"Berdasarkan cerita yang dikisahkan sejumlah orang tua dulu, Kiai Ronosetiko, dan Kiai Sirojudin adalah panglima perang Laskar Diponegoro. Namun beliau memilih melakukan perlawanan dengan cara gerilya," kata Yahya, warga Krajan.
Baca juga: Kehabisan Uang dan Bentak Pecalang saat Nyepi, Pasangan Bule Polandia Dideportasi
Lihat Juga :