Kisah Arya Damar Membimbing Tan Eng Kian, Selir Cantik Majapahit Masuk Islam
Jum'at, 24 Maret 2023 - 10:53 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Karomah Syekh Abadurahman Assyaibani, Penyebar Islam di Jawa yang Bisa Berkomunikasi dengan Jin
Dikutip dari buku Brawijaya Moksa Detik-Detik Akhir Perjalanan Hidup Prabu Majapahit, Pernikahan mereka pun terlaksana namun di titik tertentu pernikahan mereka mengalami pasang surut.
Pada saat itu Prabu Brawijaya V sudah dikaruniai seorang bayi yang sudah dikandung oleh Dewi Kian yang kemungkinan berjenis kelamin laki-laki. Hal yang membahagiakan bagi Sang Prabu.
Tetapi sang permaisuri Ratu Dewi Dwarawati tidak membiarkan pernikahan mereka berjalan baik-baik saja. Sang Ratu mendesak agar Dewi Kian segera keluar dari lingkungan istana Majapahit.
Jika tidak dikabulkan oleh Prabu Brawijaya V, Ratu Dewi Dwarawati mengancam akan meninggalkan Sang Prabu kembali ke Negeri Cempa (Thailand).
Hal tersebut rupanya membuat Prabu Brawijaya V tak berdaya, dengan begitu ia harus merelakan kepergian dari Dewi Kian menuju tanah Sumatera.
"Benarkah saya harus berpisah dengan Kanda Prabu? Jadi, kami tidak lagi tinggal di kaputren istana Majapahit!"?" ujar Dewi Kian.
"Bersabarlah Dewi! Sungguh semua ini demi kebaikan kita semua, termasuk putra kita" hibur Prabu Brawijaya V.
Dewi Kian merasa ini seperti kompetisi, tak hanya merebut hati Sang Prabu, tetapi juga untuk merebutkan gelar Permaisuri sejati.
Dewi Kian pun luluh dan mengaku kalah dan menerima kenyataan harus pindah ke Sumatera "Baiklah Kanda Prabu, jika saya memang harus hengkang dari istana Majapahit, maka akan saya terima semua ini sebagai kenyataan yang mesti hamba jalani." tujarnya.
Prabu Brawijaya V merasa lega atas kelapangan hati Dewi Kian, ia berharap suatu saat nanti calon putra yang sedang dikandung oleh Dewi Kian akan menjadi pemimpin besar.
Sumber:
dok.sindonews/okezone
Dikutip dari buku Brawijaya Moksa Detik-Detik Akhir Perjalanan Hidup Prabu Majapahit, Pernikahan mereka pun terlaksana namun di titik tertentu pernikahan mereka mengalami pasang surut.
Pada saat itu Prabu Brawijaya V sudah dikaruniai seorang bayi yang sudah dikandung oleh Dewi Kian yang kemungkinan berjenis kelamin laki-laki. Hal yang membahagiakan bagi Sang Prabu.
Tetapi sang permaisuri Ratu Dewi Dwarawati tidak membiarkan pernikahan mereka berjalan baik-baik saja. Sang Ratu mendesak agar Dewi Kian segera keluar dari lingkungan istana Majapahit.
Jika tidak dikabulkan oleh Prabu Brawijaya V, Ratu Dewi Dwarawati mengancam akan meninggalkan Sang Prabu kembali ke Negeri Cempa (Thailand).
Hal tersebut rupanya membuat Prabu Brawijaya V tak berdaya, dengan begitu ia harus merelakan kepergian dari Dewi Kian menuju tanah Sumatera.
"Benarkah saya harus berpisah dengan Kanda Prabu? Jadi, kami tidak lagi tinggal di kaputren istana Majapahit!"?" ujar Dewi Kian.
"Bersabarlah Dewi! Sungguh semua ini demi kebaikan kita semua, termasuk putra kita" hibur Prabu Brawijaya V.
Dewi Kian merasa ini seperti kompetisi, tak hanya merebut hati Sang Prabu, tetapi juga untuk merebutkan gelar Permaisuri sejati.
Dewi Kian pun luluh dan mengaku kalah dan menerima kenyataan harus pindah ke Sumatera "Baiklah Kanda Prabu, jika saya memang harus hengkang dari istana Majapahit, maka akan saya terima semua ini sebagai kenyataan yang mesti hamba jalani." tujarnya.
Prabu Brawijaya V merasa lega atas kelapangan hati Dewi Kian, ia berharap suatu saat nanti calon putra yang sedang dikandung oleh Dewi Kian akan menjadi pemimpin besar.
Sumber:
dok.sindonews/okezone
(nic)
Lihat Juga :