Lawan Budaya Asing, PMN Gelar Seni Lengser dan Jaipong di Bandung
Selasa, 21 Maret 2023 - 11:47 WIB
loading...
PMN menggelar kegiatan Penampilan Kreasi Seni Lengser dan Jaipong di Desa Sukamulya, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Senin (20/3/2023). Foto/Dok. SINDOnews
A
A
A
BANDUNG - Pemuda Mahasiswa Nusantara (PMN) menggelar kegiatan Penampilan Kreasi Seni Lengser dan Jaipong di Desa Sukamulya, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Kegiatan tersebut untuk menumbuhkan kecintaan kepada budaya Nusantara.
Koordinator PMN Jabar Marsus Albar menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan upaya mereka untuk merangkul generasi muda agar tetap peduli terhadap seni dan budaya nusantara, khususnya yang ada di Jabar.
"Kami mengajak para generasi muda melalui karang taruna Desa Sukamulya untuk terus melestarikan dan mencintai seni budaya khas Jawa Barat," katanya, Senin (20/3/2023).
Apalagi seiring dengan pesatnya teknologi informasi membuat perhatian para pemuda terhadap seni budaya asli milik Indonesia mulai tenggelam. Selain itu, Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Jawa Barat berada di urutan ke 20 dari 34 provinsi di Indonesia tahun 2019.
Marsus mengakui, pemuda melekat dengan teknologi dan penggunaan gawai. Hal tersebut tentu ada dampak positifnya.
”Tetapi kami mengajak para pemuda untuk memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut dengan ikut serta terlibat dalam mendorong eksistensi seni budaya sebagai identitas bangsa Indonesia," lanjutnya.
Koordinator PMN Jabar Marsus Albar menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan upaya mereka untuk merangkul generasi muda agar tetap peduli terhadap seni dan budaya nusantara, khususnya yang ada di Jabar.
"Kami mengajak para generasi muda melalui karang taruna Desa Sukamulya untuk terus melestarikan dan mencintai seni budaya khas Jawa Barat," katanya, Senin (20/3/2023).
Apalagi seiring dengan pesatnya teknologi informasi membuat perhatian para pemuda terhadap seni budaya asli milik Indonesia mulai tenggelam. Selain itu, Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Jawa Barat berada di urutan ke 20 dari 34 provinsi di Indonesia tahun 2019.
Marsus mengakui, pemuda melekat dengan teknologi dan penggunaan gawai. Hal tersebut tentu ada dampak positifnya.
”Tetapi kami mengajak para pemuda untuk memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut dengan ikut serta terlibat dalam mendorong eksistensi seni budaya sebagai identitas bangsa Indonesia," lanjutnya.
Lihat Juga :