Sejarah Tribhuwana Wijayatunggadewi, Raja Perempuan Majapahit yang Menaklukkan Wilayah Nusantara
Sabtu, 18 Maret 2023 - 13:32 WIB
loading...
A
A
A
Oleh karena itu tercatat dalam Pararaton bahwa pada era Sri Ratu Tribhuwana Wijayatunggadewi Maharajasa Jayawisnuwardhani inilah terucapnya Sumpah Amukti Palapa oleh Mahapatih Gajah Mada.
Dalam sumpah tersebut Gajah Mada berikrar pantang merasakan kenikmatan duniawi sebelum mempersatukan Nusantara di bawah naungan Kemaharajaan Majapahit.
Baca juga: Strategi Gajah Mada Redam Pemberontakan di Kerajaan Majapahit
Pada pemberontakan inilah Tribhuwana Raja Majapahit mulai dikenal sebagai pemimpin yang pemberani. Dirinya tampil sendiri menyerang Sadeng karena Gajah Mada dan Ra Kembar terjadi perselisihan dalam memperebutkan posisi panglima penumpasan Sadeng.
Karena kalah dari pemberontakan tersebut, Sadeng pun harus takluk dengan Majapahit bersama Keta dan Lamajang. Ketiganya kemudian dijadikan sebagai bandar dagang sekaligus pemasok stok pangan untuk Majapahit.
Perluasan wilayah kemudian berlanjut pada tahun 1343, kala itu Majapahit mengirim 'Arya Damar' mengalahkan raja Kerajaan Pejeng, Dalem Bedahulu, dan kemudian seluruh Bali.
Dalam sumpah tersebut Gajah Mada berikrar pantang merasakan kenikmatan duniawi sebelum mempersatukan Nusantara di bawah naungan Kemaharajaan Majapahit.
Baca juga: Strategi Gajah Mada Redam Pemberontakan di Kerajaan Majapahit
Perluasan Wilayah Majapahit
Upaya uji coba perluasan pun terjadi di beberapa kerajaan di Nusantara. Salah satunya penaklukan kepada kerajaan Sadeng yang timbul karena aksi pembalasan terhadap kematian Nambi yang terbunuh saat melawan pasukan Majapahit pada 1331 Masehi.Pada pemberontakan inilah Tribhuwana Raja Majapahit mulai dikenal sebagai pemimpin yang pemberani. Dirinya tampil sendiri menyerang Sadeng karena Gajah Mada dan Ra Kembar terjadi perselisihan dalam memperebutkan posisi panglima penumpasan Sadeng.
Karena kalah dari pemberontakan tersebut, Sadeng pun harus takluk dengan Majapahit bersama Keta dan Lamajang. Ketiganya kemudian dijadikan sebagai bandar dagang sekaligus pemasok stok pangan untuk Majapahit.
Perluasan wilayah kemudian berlanjut pada tahun 1343, kala itu Majapahit mengirim 'Arya Damar' mengalahkan raja Kerajaan Pejeng, Dalem Bedahulu, dan kemudian seluruh Bali.
Lihat Juga :